FAKTA-Fakta Kebakaran Kantor Bawaslu Palangkaraya, dari Isu Sabotase hingga Suara Ladakan

Peralatan kantor hancur.

Dikhawatirkan di antara yang terbakar itu adalah dokumen-dokumen terkait tugas dan fungsi Bawaslu sebagai pengawas pelaksanaan tahapan Pemilu 2024 yang sedang berlangsung.

Pihak Bawaslu Palangkaraya belum memberikan penjelasan terkait musibah ini.

Mereka menyatakan masih mengumpukan data dan keterangan penyebab kebakaran sekaligus menginventarisasi barang-barang yang terbakar.

Sementara Kepala Seksi Pengendali Operasi Komunikasi Penyelamatan DPKP Kota Palangkaraya Sucipto mengatakan pihaknya menerima informasi terjadinya kebakaran sekira pukul 04.30 WIB atau seusai Salat Subuh.

Armada pun langsung dikerahkan ke lokasi kebakaran.

Saat armada sampai di kantor Bawaslu Palangkaraya, api sudah berkobar melalap seluruh bangunan.

Dibantu tim relawan dan warga sekitar, api baru bisa dijinakkan selang satu jam kemudian.

Saat ini tim Damkar dibantu aparat kepolisian masih melakukan pendinginan bangunan yang terbakar.

Satpam Buka Suara

Peristiwa kebakaran ini terjadi seusai waktu Salat Subuh sekitar pukul 05.00 WIB.

Saat itu, Teguh, Satpam atau penjaga kantor menjadi satu-satunya saksi yang mengetahui terjadinya kebakaran Kantor Bawaslu Palangkaraya.

Teguh tengah menjaga Kantor Bawaslu Palangkaraya pada malam hingga pagi itu.

Saat dikonfirmasi Tribunkalteng.com, Teguh mengatakan kebakaran mulai terjadi sekira pukul 04.45 WIB.

Teguh melihat api muncul dari bangunan gudang yang di dalamnya terdapat genset dan bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan untuk menghidupkan genset tersebut.

“Jadi saya yang ada di sini. Saya sendiri yang sedang piket saat terjadi kebakaran,” kata Teguh.

Begitu melihat ada kobaran api, Teguh dibantu seorang rekannya mencoba memadamkannya.

Namun kobaran api cepat membesar dan merambat ke bagian bangunan lainnya.

Api pun melahap semua dokumen dan peralatan kantor yang ada di dalam kantor lembaga pengawas pemilu ini.

“Saya dan seorang teman langsung berusaha memadamkan, tetapi gagal karena api cepat membesar. Saya langsung menghubungi pemadam kebakaran,” ungkap Teguh.

“Jadi api berasal dari gudang dan merambat hingga ke depan. Tidak ada kesengajaan. Semua habis (terbakar),” lanjutnya.

Teguh memprediksi sekira 90 persen bangunan terbakar.

“Kebakarannya saya kira hampir 90 persen dan semua barang baik itu dokumen, komputer. semuanya hangus terbakar,” ucapnya.

Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/berbagai sumber