SEMARANG, KALIMANTANLIVE.COM – Ternyata begini cara masinis Kereta Api (KA) Brantas Budi Winarno menyelamatkan ratusan penumpang detik-detik jelang terjadinya kecelakaan Kereta tabrak truk tronton di Semarang.
Karena aksi masinis tersebut, kecelakaan yang disertai ledakan dan kebakaran pada Selasa (18/7/2023) malam tidak memakan korban jiwa.
Namun, Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Ixfan Hendri Wintoko mengungkap cerita masinis KA Brantas dan asistennya saat terjadi kecelakaan yang memicu ledakan itu.
# Baca Juga :288 Orang Tewas, Kecelakaan Kereta Api di Odisha India Jadi Tragedi Mematikan di Dunia
# Baca Juga :Kasat Narkoba Polres Jaktim Tewas Tertabrak Kereta Api di Jatinegara, Beru Bertugas 2 Pekan
# Baca Juga :Pemprov Kalsel dapat Tawaran dari Investor Dubai Bangun Kereta Api Gantung Senilai Rp15 Triliun
# Baca Juga :Wacana Transportasi Kereta Api Mencuat Lagi di Kalsel, Kemenhub Bakal Fasilitasi
Saat ini, masinis KA Brantas dan asistennya masih menjalani pemulihan psikologis usai insiden tabrakan kereta dengan truk tronton tersebut.
Menurut Ixfan Hendri Wintoko, saat kejadian masinis KA Brantas dan asistennya berada di lokomotif.
Saat itu, ujar xfan Hendri Wintoko, asisten masinis langsung bergegas ke belakang memberikan informasi kejadian kepada pelanggan. Selain itu juga meminta penumpang di gerbong eksekutif 1 untuk bergeser ke gerbong paling belakang.
“Yang jelas masinis dan asisten masinis sempat menyelamatkan diri. Kemudian yang salah satunya, yang asisten masinis bisa memberitahukan kepada eksekutif 1 yang di belakangnya itu agar penumpang bergeser ke gerbong paling belakang,” katanya saat ditemui di kantornya, Kamis (20/7/2023).
Pihaknya menyampaikan tindakan masinis KA Brantas dan asistennya telah sesuai dengan prosedur operasi standar (standard operating procedure/SOP).
“Ada sekitar 626 penumpang kemarin. Jadi tindakan yang dilakukan masinis untuk menyelamatkan kondisi dirinya dan lokomotif yang dibawa sudah sesuai SOP,” katanya.
Beruntung, lokasi kejadian dekat dengan Damkar sehingga api bisa segera dipadamkan.
“Itu untuk antisipasi ada kobaran api yang semakin meningkat. Ternyata alhamdulilah di situ dekat damkar jadi bisa langsung dilakukan tindakan. Jadi pindah ke belakang sudah setelah crash (tabrakan),” jelasnya.
Ixfan mengatakan masinis KA Brantas dan asistennya telah mendapatkan pengecekan kesehatan.
“Kondisi fisik diperiksa alhamdulilah baik. Cuma kami memberikan waktu istirahat kepada masinis karena ada unsur trauma, gangguan psikologis. Jadi kemarin hingga saat ini masih dalam rentang waktu istirahat,” bebernya.
Terkait kemungkinan keduanya mendapat penghargaan khusus, dia akan menyampaikan ke pihak perusahaan.
“Kalau itu nanti akan disampaikan ke pihak perusahaan. SOP apa yang sudah dilakukan, tindakan out of the box apa yang dilakukan. Jadi kalau memang sudah sesuai dengan SOP kerjanya, memang layaknya seperti itu. Tapi jika memang ada tindakan penyelamatan yang mengamankan nyawa orang banyak itu akan dikaji, layak tidaknya untuk mendapatkan apresiasi,” jelasnya.
Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/berbagai sumber







