Kalsel Daftarkan 4 Festival Masuk KEN, Kemenparekraf: Mesiwah Pare Bersaing 100 Ribu Even Pariwisata se-Indonesia

BALANGAN, KALIMANTANLIVE.COM – Kalimantan Selatan (Kalsel) menyodorkan 4 festival, seperti Festival Banjarmasin Sasirangan, Festival Sa’ijaan, Festival Loksado, dan Festival Mesiwah Pare Gumboh untuk didaftarkan agar masuk Karisma Event Nusantara (KEN).

Khusus untuk Festival Mesiwah Pare Gumboh yang digelar masyarakat Dayak Deah, Desa Liyu, Kabupaten Balangan, Kalsel mendapat apresiasi istimewa dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Republik Indonesia.

Menurut Inspektor II Kementerian Parekraf RI, Kamal Rimosan, Festival Mesiwah Pare Gumboh berhasil bersaing dengan ratusan ribu even pariwisata se-Indonesia yang didaftarkan untuk masuk Karisma Event Nusantara (KEN).

# Baca Juga :Gubernur Kalsel Terima Penghargaan KPAI 2023 karena Keberhasilan Melindungi Anak di Banua

# Baca Juga :Milad ke-Tiga dan Peringati Tahun Baru Islam, Gubernur Kalsel Harapkan YN’S Center Bisa Lebih Solid

# Baca Juga :Gubernur Kalsel Apresiasi Pengabdian Masyarakat Lembaga Advokasi dan Aksi Mahasiswa ULM

# Baca Juga :Paman Yani Apresiasi Capaian UPPD Samsat Handil Bakti dari Kebijakan “Pemutihan PKB dari Gubernur Kalsel

“Hal ini menunjukkan komitmen masyarakat Desa Liyu, dan Gunung Riyut untuk terus menjaga kekayaan budaya ditengah kehidupan masyarakat modern,” ujarnya.

Kamal Rimosan pun menilai, festival ini dapat menjadi salah satu daya tarik wisata Kabupaten Balangan yang dikemas dalam gelaran event daerah dengan nilai jual yang unik.

“Untuk itu saya meminta kepada pemerintah daerah setempat dan SKPD terkait untuk terus mengembangkan potensi dari festival ini agar bisa menarik wisatawan berkunjung ke Desa Liyu untuk menyaksikan Mesiwah Pare Gumboh ini,” imbuhnya.

Apresiasi juga Gubernur Kalsel yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Sulkan.

Menurut Sulkan, tradisi Mesiwah Pare Gumboh yang ini adalah identitas suku Dayak Deah yang harus kita jaga dan dilestarikan.

“Pemerintah Provinsi Kalsel terus berkomitmen untuk selalu menjaga, melestarikan dan mengembangkan segala bentuk tradisi yang kita miliki dengan event-event menarik dengan tidak menghilangkan makna dan tujuan tradisi itu sendiri,” katanya di Kabupaten Balangan, Jumat (21/7/2023) lalu.

Melalui event Mesiwah Pare Gumboh ini, Gubrrnur berharap dapat mengangkat potensi pariwisata di Kalsel, khususnya di Desa Liyu, sehingga kedepan Desa Liyu ini menjadi tujuan para wisatawan lokal maupun manca negara dan berkesan di hati para pengunjung.

“Saya juga berharap event seperti ini mampu memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat demi terwujudnya Kalsel Maju (Kalimantan Selatan Makmur, Sejahtera dan Berkelanjutan). Mari bersama-sama kita lakukan wisata dengan kesadaran memelihara dan menjaganya dengan baik agar manfaat yang diperoleh dapat berkelanjutan,” tutur Sulkan menyampaikan sambutan Gubernur Kalsel.