MARABAHAN, KALIMANTANLIVE.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan ( Pemprov Kalsel ) melalui Dinas Kesehatan Kalsel berpartisipasi pada kegiatan Pelayanan KB Perbatasan Kalimantan Selatan-Kalimantan Tengah di Kantor Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala.
Kegiatan itu merupakan rangkaian Hari Keluarga Nasional 2023 yang bertemu “Menuju Keluarga Bebas Stunting Untuk Indonesia Maju”.
“Jadi kami dan jajaran Dinas berserta petugas puskesmas ikut berpartisipasi dalam memberikan pelayanan KB bagi masyarakat,” kata Kadinkes Kalsel, Diauddin melalui Kepala Seksi Kesga dan Gizi, Yuliani, Rabu (26/7/2023).
# Baca Juga :Jelang Penilaian UGG, Pemprov Kalsel Upayakan Kesadaran Masyarakat Sekitar Geosite Geopark Meratus
# Baca Juga :Komisi IV Dukung Penuh Pemprov Kalsel Bangun Kembali Rumah Sakit Jiwa Tamban, tak Dimanfaatkan Sejak 2017 Silam
# Baca Juga :Pemprov Kalsel dan Wakil Rakyat Setujui Raperda RTRW 2023-2042 Jadi Perda
Yuliani mengatakan, kegiatan pelayanan KB ini merupakan sinergitas antara BKKBN Kalsel bersama Dinas Kesehatan Kalsel dan Barito kuala. Dimana pelayanan yang diberikan meliputi pelayanan KB, pemeriksaan ibu hamil (USG), edukasi cegah stunting, pembagian bantuan PMT lokal melalui dana Dak Non Fisik yang langsung ke Dana BOk puskesmas.
Selain pelayanan ada kegiatan dapur sehat atasi stunting, peningkatan pelayanan posyandu terkait pemantauan pertumbuhan dengan penimbangan dan pengukuran panjang badan/tinggi badan setiap bulan.
Lanjut, Yuliani mengatakan terkait penurunan stunting, Pemprov Kalsel telah melakukan beberapa upaya seperti pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil, dan pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri.
Kemudian melakukan monev surveilans gizi melalui aplikasi EPPGBM setiap triwulan, untuk mengetahui secara langsung hasil entry pengukuran berat badan, panjang badan, tinggi badan balita melalui pengukuran di – tingkat posyandu.
Selanjutnya, melakukan monev evaluasi kinerja kabupaten/kota, dan menindak lanjuti tahapan-tahapan aksi integrasi konvergensi yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota.
“Kemudian, meningkatkan kapasitas petugas di tingkat puskesmas dan jajarannya, untuk optimalisasi pelaksanaan surveilans gizi dan pemantapan kinerja tim percepatan penurunan stunting,” jelasnya.(diskominfomc.kalselprov.go.id)
editor : NMD







