JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Singgasana Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar mulai digoyang. Belum selesai isu musyawarah nasional luar biasa (munaslub), Airlangga kini terseret kasus dugaan korupsi izin ekspor minyak sawit mentah.
Adalah Luhut Binsar Panjaitan tengah digadang-gadang maju sebagai Calon Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Airlangga.
Wacana pergantian Ketua Umum Golkar tersebut muncul usai politikus Partai Golkar Yorrys Raweyai bertemu Luhut pada Jumat sore, 7 Juli 2023.
# Baca Juga :Setwan Kalsel Gelar Gladi Bersih PAW Susan dan Fahruri dari Golkar dan PKS, Pelantikan Dijadwalkan 5 Juli
# Baca Juga :Ketua DPD Golkar HSU Sahrujani Sambut Baik Keputusan MK, Ajak Masyarakat Ciptakan Pemilu Aman dan Damai
# Baca Juga :Paman Yani Jadi Plt Ketua DPD Golkar Kabupaten Tanah Bumbu, Segera Gelar Musdalub
# Baca Juga :Usai Mendaftar Bacaleg ke KPU, Plt Ketua Golkar Kubu Raya Bunuh Diri ke Sungai Kapuas, Kalbar
Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar Luhut Binsar Pandjaitan mengaku bersedia jadi Ketua Umum Golkar menggantikan Airlangga Hartarto.
Tidak hanya Luhut, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, manyatakan siap menjadi Ketum Golkar menggantikan Airlangga Hartarto.
Namun, Bahlil menyerahkan soal penunjukannya sebagai Ketua Umum Partai Golkar melalui mekanisme partai.
“Saya kan bilang lewat mekanisme partai. Jadi lewat mekanisme partai aja,” kata Bahlil, Selasa (25/7/2023).
Bahlil menegaskan setiap kader yang merasa bertanggung jawab untuk mengabdi kepada partai, tentu akan merasa terpanggil. Terkait tudingan ia bukan bagian Golkar, Bahlil mengatakan ia merupakan kader struktural dari 2001-2014.
Posisi Airlangga
Posisi Airlangga saat ini di pucuk ‘pohon beringin’ mulai digoyang sana-sini.
Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar ini mengaku priihatin dengan elektabilitas partai yang kian merosot.
Ia berpendapat, elite Golkar harus menyiapkan langkah serius untuk memperbaiki kondisi tersebut jelang Pemilu 2024.
“Ya memang harus ada langkah-langkah memperbaiki itu enggak bisa juga kita menangisi saja. Harus ada langkahnya, apa langkahnya? Itu elite-elite Golkar saja (yang lakukan),” kata dia.
Namun, Luhut tidak mau ikut campur mengenai mekanisme pergantian pemimpin di tubuh Golkar.
Sebab, Menteri Koordiantor Bidang Investasi dan Kemaritiman itu memandang Airlangga sebagai teman baiknya.
“Airlangga itu teman baik saya, saya enggak ada masalah, sorry, biarin saja mekanisme mereka jalan. Saya sih nunggu aja, enggak ada kepentingan yang begitu serius,” kata Luhut.
Menteri Invetasi Bahlil Lahadalia pun tidak menampik bahwa ia bersedia menjadi ketua umum Partai Golkar menggantikan Airlangga.
Menurut dia, setiap kader yang merasa punya tanggung jawab untuk mengabdi pasti terpanggil memimpin partai tersebut.
“Setiap kader yang merasa bertanggung jawab untuk pengabdian kepada partai, saya pikir semuanya terpanggil,” kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Namun, ia menegaskan bahwa ia bakal mengikuti aturan partai untuk menjadi ketua umum Golkar.
Ia pun mengaku masih berstatus sebagai kader Golkar meski tidak mempunyai jabatan struktural.
“Saya itu kan dari 2001 sampe 2014 struktural, selebihnya saya enggak lagi struktural, tapi kan saya enggak pernah pindah partai,” ujar dia.







