Pesawat Pengebom Air Yunani Jatuh dan Meledak Usai Siramkan Air ke Titik Kebakaran Hutan, 2 Pilot Tewas

KALIMANTANLIVE.COM – Dua pilot angkatan udara Yunani tewas setelah pesawat jatuh dan meladak tak jaut dari lokasi kebakaran hutan di Pulau Evia, Yunani.

Pasawat yang jatuh tersebut merupakan pesawat pemadam kebakaran atau dikenal juga sebagai pengebom air milik Yunani yang jatuh saat memadamkan api kebakaran hutan.

Kementerian pertahanan mengatakan pesawat pengebom air itu jatuh saat berjuang melawan kebakaran hutan di dekat Platanistos.

# Baca Juga :AJAIB! Pesawat Jatuh, 3 Anak & 1 Balita Selamat Setelah 40 Hari Hilang di Hutan Belantara Kolombia

# Baca Juga :Evakuasi Korban Pesawat SAM Air yang Jatuh Belum Berhasil, Kondisi di Hutan Yalimo Papua Sulit

# Baca Juga :BREAKING NEWS Pesawat Latih TNI AL Jatuh di Selat Madura, Begini Kondisi Pilotnya

# Baca Juga :KRONOLOGI Pesawat Tempur TNI AU Jatuh di Blora: Pilot Tewas, Evakuasi Hingga Dini Hari

Menurut Menteri Pertahanan Nikos Dendias, para pilot kehilangan nyawa mereka dalam menjalankan tugas saat berusaha melindungi nyawa dan harta benda warga negara, serta lingkungan negara kita.

Pilot bernama Cdr Christos Moulas yang berusia 34 tahun dan co-pilotnya, Pericles Stefanidis yang berusia 27 tahun, dilaporkan tewas seketika.

TV Yunani menunjukkan pesawat Canadair terbang rendah untuk menjatuhkan air ke api sebelum berbelok tajam ke lereng bukit dan terbakar.

Penyiar negara bagian ERT mengatakan pesawat itu jatuh di atas kota Karystos di pulau itu, tempat api berkobar.

Pesawat itu termasuk di antara setidaknya tiga pesawat lain dan sekitar 100 petugas pemadam kebakaran yang menangani kebakaran di Evia.

Beredar di media sosial

Video milik ERT TV yang beredar di media sosial menunjukkan pesawat berwarna kuning cerah itu melepaskan muatan air untuk memadamkan kebakaran sebelum ujung sayapnya tersangkut dahan pohon.

Setelah mengenai dahan pohon, pesawat hilang kendali dan meluncur ke arah jurang. Pesawat kemudian meledak ketika menghantam tanah.

Menyusul kejadian itu, Angkatan bersenjata Yunani mengumumkan tiga hari berkabung.

“Mereka (dua pilot yang tewas) mengorbankan nyawa mereka untuk menyelamatkan nyawa,” ucap Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis, dilansir dari CBC.

“Mereka membuktikan betapa berbahayanya misi harian mereka dalam memadamkan api. Dalam mengenang mereka, kami melanjutkan perang melawan kekuatan alam yang merusak,” imbuh Mitsotakis.

Gelombang panas

Gelombang panas ketiga berturut-turut di Yunani mendorong suhu kembali di atas 40 celsius di beberapa wilayah negara itu pada Selasa (25/7/2023).

Masih belum jelas bagaimana kebakaran itu terjadi saat kondisi kering kerontang di tengah panasnya musim panas.

Hal itu menandakan percikan api sekecil apa pun dapat memicu kobaran api yang akan menyebar dengan cepat jika tidak segera dipadamkan.

Beberapa orang telah ditangkap atau didenda di seluruh Yunani dalam beberapa hari terakhir karena secara tidak sengaja menyalakan api.

Sebuah penilaian oleh para ilmuwan yang diterbitkan pada Selasa (25/7/2023) mengatakan, perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia telah memainkan peran penting dalam gelombang panas ekstrem yang melanda berbagai negara dunia pada bulan ini.

Seorang jaksa di Rhodes meluncurkan sebuah investigasi mengenai penyebab kebakaran dan kesiapan serta respons pihak berwenang. Disebutkan, sekitar 10 persen dari luas daratan pulau tersebut telah dilahap api.

Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/berbagai sumber