MARTAPURA, KALIMANTANLIVE.COM – Kebakaran hutan dan lahan ( karhutla ) kembali terjadi di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan yang terpantau dari udara. Ada dua di antaranya yakni di Desa Kaliukan Kecamatan Astambul dan Kecamatan Cintapuri Darussalam, Senin (31/7/2023).
Kedua kebakaran itu lokasinya jauh dari akses roda dua dan roda empat, sehingga Pemkab Banjar minta bantuan Pemprov Kalsel melalui Satgas Udara untuk di-water boombing.
Namun dari dua titik itu hanya satu yang ditangani Satgas Udara. Kebakaran di Astambul masuk perkebunan sawit sehingga tidak ditangani helikopter pengebom air.
# Baca Juga :Lewat Program TMC, Satgas Karhutla Kalsel Tingkatkan Curah Hujan untuk Kendalikan Kerbakaran Lahan
# Baca Juga :PT Pelsart Tambang Kencana Gelar Simulasi dan Sosialisasi Penanganan Karhutla di Wilayah Kecamatan Sungai Durian
# Baca Juga :Penanganan Darurat Karhutla di Banua, Gubernur Kalsel: Harus Segera Aktifkan Status Siaga!
Kebakaran lahan juga terjadi di Kecamatan Mataraman dan pada Minggu sore terjadi di Kecamatan Simpangempat. Lokasinya juga jauh dan sulit diakses roda empat dan dua.
Mengutip data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjar, setidaknya empat lokasi karhutla yang terjadi sepanjang siang hingga malam.
Di antararanya dua titik lahan di Kecamatan Cintapuri Darussalam dengan rincian 5 hektare di Desa Cintapuri, serta 3 hektare lagi di Desa Alalak Padang.
Kemudian ditemukan dua titik karhutla di Kecamatan Sungai Tabuk, yakni Desa Pejambuan sekitar 0,2 hektare dan Desa Abumbun Jaya.
“Kebakaran di Abumbun Jaya baru terjadi, tetapi sudah dapat dipadamkan. Untuk luasan yang terbakar, masih dalam proses pendataan,” ungkap Warsita, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Banjar.
Mengingat luasan karhutla yang terus bertambah, BPBD Banjar mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dan tidak membakar lahan, termasuk untuk pertanian.
“Dibutuhkan upaya dini pencegahan karhutla yang memicu kabut asap. Faktanya kabut asap akan merugikan masyarakat umum dan mengganggu aktivitas ekonomi,” beber Warsita.
“Sementara terkait penanganan, kami menyiapkan 30 personel yang dibagi empat regu untuk bertugas bergantian. Mereka didukung 3 truk tangki air dan 3 pikap, serta peralatan pemadaman seperti jet shooter, mesin alkon dan 2 motor trail,” pungkasnya.
Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/berbagai sumber







