Komisi III DPRD Kalsel Sarankan Pemprov Bentuk Tim Aset Cari Solusi Permasalahan Lahan Kebun Raya Banua

Sementara itu, Sekretaris Komisi III Gusti Abidinsyah, mengatakan untuk pengembangan Kebun Raya Banua, dirinya menyarankan pihak pengelola menambahkan stand booth makanan dan minuman, seperti kedai kopi di dalam kawasan sehingga semakin menarik bagi masyarakat.

“Pihak UPTD bisa menambahkan wisata tempat berlibur bersama keluarga, dan kalo bisa di sana ditambahkan stand booth makanan dan minuman untuk bisa bersantai di kebun Raya Banua,” katanya.

BACA JUGA:
Tim dari Kebun Raya Banua Temukan 655 Jenis Spesimen di Desa Hinas Kiri HST

Seperti diketahui, Kebun Raya Banua dinilai berperan baik dalam sektor perkembangan kawasan pariwisata dan ekonomi. Apalagi, setelah berhasil menerima penghargaan terbaik ke II secara nasional dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tentu profesionalitas dari pengelolannya harus terus ditingkatkan.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kalsel, Muhammad Amin, menyebut, tidak hanya dalam pengelolaannya saja yang sudah menjalankan konsep profesional. Melainkan secara pendapatan pun turut ikut melampui batas penetapan target.

“Kita lihat pada tahun 2022 lalu targetnya kan Rp 380 juta. Namun setelah terealisasi ternyata melebihi target yang naik dua kali lipat hampir 800 jutaan,”jelasnya.

Saat ini, menurut Muhammad Amin, Kebun Raya Banua di bawah naungan BRIDA Provinsi Kalimantan Selatan masih menjajaki masa peralihan status dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Harapan kami, jelas mereka bisa terus melakukan pengembangan potensial agar nantinya Kebun Raya Banua dapat menjadi destinasi wisata yang selalu diminati pengunjung,” ujarnya.