Ia berharap, kejadian ini tidak terulang dan bisa cepat terselesaikan.
“Ini pelajaran bagi kita semua, untuk perhatian bapak dan ibu guru, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali termasuk bagi kami,” imbau Arjudin.
Sebagai informasi, kejadian ini terjadi diantara siswa pelajar yang masih berstatus dibawah umur, dengan menusukkan sebilah senjata tajam (Sajam) di dalam kelas lingkungan sekolah.
Akibat kejadian ini, korban mengalami sejumlah mata luka hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Informasi terkini, kondisi korban tengah dalam pemulihan usai menjalani operasi. Sementara pelaku saat ini telah dilakukan pendamping oleh satuan tugas (Satgas) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Pemerintah Kota Banjarmasin.
(Kalimantanlive.com/Ilham)
Editor: Surya







