KALIMANTANLIVE.COM – Proses pencarian delapan penambang yang terjebak air di lubang galian emas Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang, Banyumas dihentikan. Keputusan tersebut diambil berdasarkan rapat koordinasi dengan Forkompinda Banyumas.
Kepala Basarnas Cilacap, Adah Sudarsa mengatakan sesuai SOP Basarnas, apabila tanda-tanda korban tidak ditemukan setelah pencarian tujuh hari maka operasi pencarian bisa dinyatakan ditutup.
# Baca Juga :KRONOLOGI Selebgram Remi Lucidi Tewas Jatuh dari Lantai 68 di Hong Kong, Kehilangan Pijakan
# Baca Juga :Hajar Pelajar hingga Tewas, Anak Ketua DPRD Ambon Langsung Ditangkap Polisi
# Baca Juga :15 Orang Tewas, Perahu Angkut 69 Penumpang Tenggelam, Polisi Sebut Kapasitas Cuma 20 Orang
# Baca Juga :Pesawat Pengebom Air Yunani Jatuh dan Meledak Usai Siramkan Air ke Titik Kebakaran Hutan, 2 Pilot Tewas
“Apabila tanda-tanda korban tidak ditemukan ataupun tidak efisiensi lagi dalam pelaksanaannya, operasi SAR itu bisa dinyatakan ditutup,” kata Adah kepada wartawan di lokasi, Selasa (1/8/2023).
Pada hari terakhir operasi SAR tim masih melakukan penyedotan air yang menggenangi semua lubang galian tambang emas ilegal tersebut.
Namun, pihak Basarnas Cilacap menyatakan bahwa operasi SAR itu tidak akan diperpanjang dan dihentikan setelah sepekan dilakukan pencarian.
Tidak ada tanda kehidupan
Kepala Basarnas Cilacap sekaligus SAR Mission Coordinator Adah Sudarsa mengakui, operasi penyelamatan yang dilakukan sebenarnya sudah tidak efektif.
“Sudah tidak efektif karena sudah hari ketujuh. Tanda-tanda korban meninggal sejak hari pertama sudah ini lah (ada),” ungkap Adah di lokasi kejadian, Selasa (1/8/2023) pagi.
Menurut Adah, tim SAR juga sudah mencium bau tidak sedap pada air yang disedot dari lubang galian tambang.
“Mencium aroma bau. Di dalam sudah terendam semua. Secara logika kondisi terjebak ada air, di dalam tidak ada tempat untuk berlindung,” jelas Adah.
Tim SAR mengetahui kondisi di dalam tidak ada tempat untuk berlindung berdasarkan informasi dari sesama penambang di lokasi tersebut.
“Air sudah menggenangi semua lubang,” ujar Adah.







