Untuk itu, lanjut dia, agar tidak berlarut-larut dan masyarakat yang bayar ini bisa terlayani dengan baik, Fahrani mendesak Dirut PT Air Minum Intan Banjar untuk membuat solusi konkret. Mulai dari rencana jangka pendek, jangka menengah, hingga jangka panjang yang berkelanjutan.
“Yang kami inginkan hari ini adalah, planning apa yang akan dihadirkan ke depan. Sehingga layanan PT Air Minum Intan Banjar. Khususnya di 5 Kecamatan itu tadi bisa kembali normal, yang mungkin harus ada program jangka pendek, mengah, dan panjang. Apalagi di musim kemarau ini, sumur bor yang menjadi alternatif warga itu kering, sehingga satu-satunya yang diandalkan adalah air dari Intan Banjar ini,” ujar Fahrani penuh harap.
Sementara itu, Syaiful Anwar mengklaim bahwa pihaknya sudah melakukan sejumlah upaya, bahkan di beberapa tempat leding air ini sudah berjalan dengan normal, yakni di Sungai Lulut, Sungai Bakung, Sungai Tabuk, dan Beruntung Baru.
“Hanya saja, wilayah Tembikar, Tatah Belayung dan Pandan Sari alirannya belum optimal,” jelasnya.








