Kata Syaiful Anwar, gangguan pelayanan khususnya di Tembikar/Tatah Belayung dan Pandan Sari ini masih berlangsung lantaran diameter pipa transmisi dari IPA Syarkawi ke Booster Tambak Sirang tidak memenuhi suplai air yang dibutuhkan. “Karenanya diperlukan pembesaran pipa transmisi agar distribusi air bisa lebih lancar,” ujarnya.
BACA JUGA:
Ketua DPRD Kalsel H Supian HK Apresiasi Kinerja dan Capaian Bank Kalsel Cabang Jakarta
Alasan lain belum optimalnya layanan air minum di sana, lanjut dia, yakni adanya kebocoran pipa distribusi utama yang diakibatkan oleh dampak dari kebakaran lahan gambut di sepanjang jalan Gubernur Syarkawi. Syaiful juga mengaku pihaknya sudah menyiapkan anggaran senilai Rp 2,5 miliar untuk optimalisasi di wilayah Tembikar.
“Rinciannya adalah, pengadaan jaringan perpipaan dengan diameter 160 mm sepanjang 2.500 meter itu sekitar Rp 1,5 miliar. Kemudian untuk pengadaan pompa distribusi dan penunjang lainnya Rp 1 miliar. Dananya sudah kita siapkan,” ujar Syaiful Anwar.
Sedangkan terkait rencana jangka pendek, Syaiful Anwar bernjanji akan mengupayakan menyiapkan air untuk kebutuhan warga dengan menyiapkan mobil keliling yang akan diagendakan jadwal-jadwalnya. “Ditambah dengan nomor hotline yang bisa dihubungi oleh warga yang membutuhkan air bersih,” katanya..
Kalimantanlive.com/eep
editor : elpian










