Lewati Masa Kritis, Korban Penusukan di SMAN 7 Banjarmasin Jalani Observasi, Ini Kata Ayah Korban

BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – MRN (15), siswa korban penikaman di SMAN 7 Banjarmasin, saat ini menjalani tahapan observasi dari RSUD Ulin Banjarmasin.

MRN sudah melewati masa kritis pasca menjalani operasi di RSUD Ulin, beberapa hari lalu.

Menurut orangtua korban, Faisal Akly saat ini putranya sudah melewati masa kritis. Akan tetapi masih belum bisa dikatakan stabil.

“Jadi dokter menjelaskan, selama masih di ICU kondisinya belum bisa dikatakan stabil. Jadi masih di observasi,” ujar Akly ditemui di RSUD Ulin Banjarmasin, Rabu (2/8/2023).

# Baca Juga :Respon Plt Kepala SMAN 7 Banjarmasin Arjudin Soal Pelajar Tusuk Pelajar di Lingkungan Sekolah, tak Terulang Lagi

# Baca Juga :UPDATE Kasus Siswa Tikam Siswa di SMAN 7 Banjarmasin, Disdik: Sebelum Masuk Sekolah Siswa Diperiksa

# Baca Juga :Polisi Bunuh Polisi Terjadi di Polda Riau, Bripka WF Tikam Komandannya hingga Tewas

# Baca Juga :Si Ayat-ayat Setan, Salman Rushdie Ditikam di Leher saat Naik Panggung di New York

Menurut Faisal, kondisi anaknya masih dalam pemulihan pasca operasi. “Jadi kita belum tahu apa lagi yang akan dilakukan dokter setelah ini. Intinya fokus pemulihan,” tuturnya.

Ia menceritakan, jika sang buah hati sudah sadarkan diri. Bahkan saat bangun ujarnya sang anak kerap mencari ibunya.

“Jadi dia sering cari ibunya kalau sadar. Kalau kita tidak ada ditempat, dia pasti nyari terus,” ungkap Faisal.

Polisi selidiki kejiwaan pelaku

Terkait kasus hukum penusukan, saat ini sudah masuk tahap penyidikan di Polresta Banjarmasin dan statusnya yakni Anak Berhadapan Hukum (ABH).

Hal itu dibeberkan langsung Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Thomas Afrian belum lama tadi.

Menyikapi hal tersebut, Kuasa hukum korban, M Kurniawan menuturkan pihaknya ikut menunggu hasil dari penyidikan yang saat ini tengah berproses.

“Jadi kita tunggu lah kelanjutannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

Terkait kepemilikan senjata tajam, pelaku mengaku merupakan milik orang tuanya.

Senjata yang digunakan adalah jenis belati panjang 40 cm. “Diambil dari rumah tanpa sepengetahuan orang tua,” kata Thomas Afrian.

Selain itu, pelaku juga tengah diselidiki kejiwaannya. “Seperti koordinasi dengan PPA, dinas sosial, dan lainnya. Juga dengan psikolog untuk mengetahui psikis pelaku,” tutupnya.

Lakukan Bullying?

Viral video penusukan di sebuah kelas yang terekam CCTV di SMAN 7 Banjarmasin, Senin 31 Juli 2023.

Pelaku penusukan ARR kepada polisi mengaku melakukan penusukan tersebut karena kerap dibully oleh korban.

Namun, ayah korban membantah penyataan pelaku ARR tersebut.

Faisal ayah korban yang didampingi kuasa hukum, Kurniawan, memperlihatkan percakapan whatsapp putranya dengan tersangka.

Di antaranya tersangka sering bertanya kepada korban perihal game dan tugas sekolah. “Tidak ada indikasi anak saya melakukan bullying,” ujar Fasial.

“Terakhir tersangka menghubungi anak saya untuk menanyakan posisinya dimana. Hari ini, tadi pagi. Tidak ada indikasi anak saya melakukan tindakan bullying,” katanya seraya berharap polisi memproses kasus ini sesuai aturan hukum.

Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/berbagai sumber