Capres Ekuador Fernando Villavicencio Dieksekusi Mati, Polisi Buru Aktor Intelektual

Villavicencio, seorang pengkritik vokal terhadap korupsi dan kejahatan terorganisir, dibunuh saat meninggalkan sebuah acara kampanye malam di sebuah fasilitas pendidikan di Quito utara.

Tersangka yang tewas meninggal karena luka-luka yang dideritanya dalam baku tembak, kata kantor jaksa agung pada hari Rabu.

Sembilan orang, termasuk seorang calon anggota legislatif dan dua petugas polisi, terluka, tambahnya.

Tersangka yang tewas telah ditangkap atas tuduhan kepemilikan senjata pada bulan Juli.

# Baca Juga :KRONOLOGI Tabrakan Maut di Bati-Bati Tanah Laut, Polisi: Korban Tewas Bernama Ataillah dan Sapril

# Baca Juga :Dikeroyok hingga Tewas, Kapolresta Banjarmasin Ungkap Motif Pembunuhan di Jalan Veteran Banjarmasin Hanya Sepele

Keenam orang yang ditahan adalah anggota kelompok kejahatan terorganisir. Kantor pers kepolisian mengkonfirmasi kewarganegaraan mereka pada Kamis sore.

“Polisi nasional sekarang telah melakukan penangkapan pertama terhadap para tersangka yang diduga sebagai penulis materi dari peristiwa keji ini dan akan menggunakan semua kapasitas operasi dan investigasi mereka untuk menemukan motif kejahatan ini dan penulis intelektualnya,” kata Menteri Dalam Negeri Juan Zapata, dilansir dari Reuters.

Keterlibatan warga negara Kolombia dalam pembunuhan ini mengingatkan kita pada pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise pada tahun 2021, yang dibunuh di rumahnya oleh sebuah kelompok yang terdiri dari 26 orang Kolombia dan dua orang Haiti-Amerika.