Capres Ekuador Fernando Villavicencio Dieksekusi Mati, Polisi Buru Aktor Intelektual

Presiden Guillermo Lasso mengatakan bahwa kejahatan tersebut jelas merupakan upaya untuk menyabotase pemilu, tetapi pemungutan suara akan tetap berlangsung sesuai rencana pada 20 Agustus, meskipun di tengah-tengah keadaan darurat nasional.

Lasso, yang mengumumkan tiga hari berkabung, mengatakan pada hari Kamis bahwa ia telah meminta bantuan dari Biro Investigasi Federal AS ( FBI ) untuk membantu penyelidikan dan bahwa sebuah delegasi akan tiba di negara itu dalam beberapa jam mendatang.

FBI akan membantu.

Kekerasan di Ekuador telah melonjak dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kota-kota di sepanjang rute perdagangan narkoba seperti Guayaquil dan Esmeraldas di mana warganya mengatakan bahwa mereka hidup dalam ketakutan.

Beberapa negara Amerika Latin juga mengalami masalah yang sama sejak pandemi virus corona.

Angkatan bersenjata dikerahkan ke seluruh negeri dan akan tetap dikerahkan hingga akhir proses pemilihan.

Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/berbagai sumber