Mentan Yasin Limpo menuturkan produksi pangan di Provinsi Kalsel sebenarnya tidak memiliki persoalan.
Namun, karena Kalsel menjadi lumbung pangan nasional dan sebagai penyangga pangan Pulau Kalimantan, maka pengalman dan praktik penanggulangan El Nino yang sudah berjalan baik harus ditingkatkan lagi.
# Baca Juga :Pemprov Kalsel Raih Penghargaan Kementrian PPPA, Sukses Gerakkan Kabupaten dan Kota Jadi Layak Anak
# Baca Juga :Lindungi Perempuan dan Anak Berhadapan Hukum, Pemprov Kalsel Pakai Sistem PATBM
Mentan SYL meminta Kalsel menyiapkan lahan seluas 100.000 hektar (ha) untuk menghadapi El Nino. Di lahan ini Kementan akan mem-booster untuk menghasilkan pangan.
“Kita terapkan ‘Tatik Laju’, yaitu tanam, petik, olah, jual. Kita susun agenda aksinya sampai dengan market-nya. Jangan hanya tanam saja. Hasilnya kita simpan di pergudangan yang ada untuk suplai kebutuhan masyatakat hingga Papua,” tuturnya.
Mentan Yasin Limpo menyebutkan Kementan memiliki beberapa upaya dalam mengantisipasi dan adaptasi dampak El Nino, yakni identifikasi dan mapping lokasi terdampak kekeringan, serta mengelompokkan menjadi daerah merah, kuning dan hijau.
Selanjutnya, percepatan tanam untuk mengejar sisa hujan dan peningkatan ketersediaan alsintan untuk percepatan tanam. Kemudian peningkatan ketersediaan air dengan membangun atau memperbaiki embung, dam parit, sumur dalam, sumur resapan, rehabilitasi jaringan irigasi tersier dan pompanisasi.
“Kita melawan El Nino ini juga dengan penyediaan benih tahan kekeringan dan hama penyakit, program 1.000 ha adaptasi iklim, pengembangan pupuk organik, dukungan pembiayaan KUR dan Asuransi Pertanian, dan penyiapan lumbung pangan sampai level desa,” terangnya.







