Sementara itu, Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor mengapresiasi upaya Kementan dalam mendorong pemerintah Provinsi Kalsel dan petani dalam mengantisipasi dampak El Nino.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalsel menyatakan, curah hujan di Kalsel pada Agustus sampai Oktober 2023 pada kategori rendah.
Kondisi tersebut diklasifikasikan ke dalam El Nino rendah sampai sedang. Meski demikian, perlu ada upaya antisipasi dan adaptasi El Nino di sektor pertanian.
“Kami sangat mendukung arahan Mentan SYL (untuk) antisipasi El Nino ini dengan cara identifikasi dan mapping lokasi terdampak kekeringan serta mengelompokan menjadi daerah merah, kuning dan hijau, percepatan tanam untuk mengejar sisa hujan dan lainnya hingga penyiapan lumbung pangan hingga tingkat desa,” katanya.
Sabirin mengungkapkan, saat ini, Provinsi Kalsel melaksanakan Gerakan Nasional (Gernas) Penanganan Dampak El Nino di lahan seluas 70.061 ha yang tersebar di 13 kabupaten/kota dari Juli sampai September 2023
Perkiraan produksi padi sampai dengan September 2023 berdasarkan kerangka sampel area (KSA) BPS sebanyak 646.074 ton gabah kering giling (GKG).
“Mudah- mudahan, dengan adanya pertemuan koordinasi ini, memajukan pertanian di Kalsel ke tingkat yang lebih baik lagi, sehingga berhasil menjadi penyangga pangan Ibu Kota Negara serta menjadi lumbung pangan nasional. Antisipasi El Nino mulai sekarang siap tangguh lawan bencana,” tandasnya.(*/MC Kalsel)
Syahrul Yasin Limpo, dampak iklim el nino, Kalimantan Selatan, Gubernur Kalsel, Sabirin Noor
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo pada rapat koodinasi dampak iklim el nino di provinsi Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Jumat (11/8/2023).
Kalimantanlive.com/diskominfomc.kalselprov.go.id
Editor : NMD







