FAKTA-FAKTA Kalsel Darurat Karhutla, Lahan Terbakar Capai 1.000 Ha dan Jarak Pandang Cuma 50 M

Bahkan, kabut asap kebakaran sampai mengganggu aktivitas warga, seperti yang tinggal di kawasan Pengayuan, Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru. Jarak pandang di kawasan ini hanya sekitar 50 meter pagi ini.

“Iya, tadi subuh kabut asap hingga pagi ini,” kata salah seorang warga, Indah Trihapsari, Jumat (11/8/2023).

Kabupaten Tanah Laut menjadi menjadi daerah nomor dua terparah dalam urusan Karhutla. Lahan dan hutannya yang terbakar mencapai 317,13 hektare.

Selanjutnya, Kabupaten Banjar dengan 267,8 hektare lahan yang terbakar. Kemudian Batola (Barito Kuala) dengan 65,05 hektare lahan yang terbakar. Hulu Sungai Selatan juga ikut andil seluas 54,978 hektare lahan yang hangus dalam urusan karhutla.

# Baca Juga :Siaga Bencana Karhutla, Bupati Tabalong Pinta Perkuat Pencegahan Titik Rawan

# Baca Juga :Bhabinkamtibmas Desa Sungai Limau Kotabaru Gencar Berikan Sosialisasi dan Himbauan Karhutla

“Untuk kabupaten/kota lain hanya sekitar 10 hektare lahan yang terbakar dalam kasus karhutla tahun ini,” kata Manajer Pusdalops Kalsel, Ricky Ferdiyanto, seraya mengatakan jika ditotal lahan dan hutan di Kalsel yang terbakar mencapai 1337,289 hektare.

Selama ini, Kalsel telah menggunakan teknologi modifikasi cuaca (TMC) atau hujan buatan. Namun, pihak BPBD Kalsel akan mengajukan perpanjangan penggunaan hujan buatan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/berbagai sumber