Kualitas Udara Jakarta Terburuk No 1 di Dunia, BMKG Sebut Penyebabnya, DPR RI Masalahnya Kompleks

Ketar-ketir

Dampak dari buruknya kualitas udara di Jakarta, warga di sejumlah wilayah termasuk DKI Jakarta dan Tangerang Selatan kini ketar-ketir perihal efek polusi udara. Pasalnya dalam beberapa waktu terakhir, kualitas udara di wilayah tersebut terpantau sedang parah-parahnya.

Sebagaimana disampaikan oleh Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Sigit Reliantoro, kondisi kualitas udara tersebut salah satunya dipicu oleh musim kemarau.

# Baca Juga :FAKTA Wakil Direktur RS di Makassar Pelaku Pemukulan Balita, Dipecat hingga Polisi Olah TKP

# Baca Juga :Peringatan Dini BMKG Rabu 9 Agustus 2023: Waspada Cuaca Ekstrem di 14 Wilayah, Kalsel Cerah

Kemudian dari segi siklus, pencemaran udara di Jakarta memang selalu meningkat sepanjang Juni-Agustus karena udara yang kering.

“Dari minyak dan minyak 49 persen dan gas 51 persen,” ungkapnya perihal sumber polutan, dalam konferensi pers, Jumat (11/8/2023).

Kadis Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto menambahkan, penting untuk warga Jakarta kini menerapkan sejumlah langkah proteksi. Di antaranya, dengan rutin mengecek kualitas udara. Salah satunya, bisa dengan mengakses laman resmi BMKG.

Selain itu, warga juga diminta menggunakan masker untuk menekan risiko efek paparan polusi udara.

Sementara itu, seorang warga Jakarta bernama Oky Arman mengatakan, polusi udara di Jakarta makin parah tiap tahunnya.

“Untuk polusi udara di Jakarta memang sudah bertahun-tahun ya isu ini kita sebagai warga Jakarta juga agak panik,” kata Oky saat ditemui di kawasan Kebon Nanas, Jakarta Timur, Jumat (11/2023).

Dikatakan, kualitas udara Jakarta yang kian memburuk disebabkan mobilitas tinggi masyarakatnya yang sebagian besar masih menggunakan kendaraan pribadi.