Penyakit asma merupakan penyakit pernapasan kronik yang bisa diderita anak-anak sampai dewasa. Asma dapat muncul karena adanya reaksi terhadap faktor pencetus yang mengakibatkan penyempitan dan pembengkakan pada saluran pernapasan.
Faktor pencetus asma berbeda-beda, mulai dari cuaca dingin, stres, dan juga polusi udara serta asap rokok.
Berdasarkan data Global Burden Diseases 2019 Diseases and Injuries Collaborators, asma termasuk dalam lima penyakit respirasi penyebab kematian tertinggi di dunia, selain penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), pneumonia, kanker paru, dan tuberkulosis.
# Baca Juga :Mengenal Apa Itu mRNA pada Vaksin Pfizer dan Moderna, Benarkah Melindungi dari Penyakit Menular?
# Baca Juga :Belum Sempat Dapat Minyak Goreng, Ibu di Kaltim Keburu Dijemput Ajal, Mendag: Ada Oknum Menimbun
Ketua Pokja Asma dan PPOK dari Pehimpunan Dokter Paru Indonesia dr.Budhi Antariksa Sp.P(K), menyebut bahwa polusi udara menjadi salah satu pencetus asma.
“Asma adalah penyakit penyempitan saluran nafas karena ada pencetusnya. Dari luar adalah polusi udara, asap rokok hingga stres yang merupakan faktor harus dikontrol,” kata dr Budhi.
Hal ini juga cukup menghawatirkan di mana prevalensi penyandang asma di Indonesia per tahun 2022 mencapai 7 persen atau 18 juta orang.
Masalah ini turut menekan anggaran BPJS Kesehatan yang selalu meningkat setiap tahun. Pneumonia menelan anggaran sebesar Rp 8,7 triliun, tuberkulosis Rp 5,2 triliun, PPOK Rp 1,8 triliun, asma Rp 1,4 triliun, dan kanker paru Rp 766 miliar.







