Bernahkah Polusi Udara Picu Kekambuhan Asma? Ini Menurut Ahlinya

Peran Puskesmas

Menurut dr. Budhi, Puskesmas perlu ditingkatkan sebagai lini pertama untuk diagnosa dan pengobatan asma agar pasien dapat mengendalikan penyakit asma dengan baik sejak dini.

Ini dapat dilakukan karena penyakit asma merupakan bagian dari 144 diagnosa penyakit yang dapat ditangani di Puskesmas, sesuai dengan Kompetensi Dokter Umum.

“Dokter umum punya kompetensi, diagnosis, bagaimana kontrol asma, gejala hingga pemeriksaan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu faktor yang dapat mengakibatkan biaya pengobatan asma tinggi adalah akses obat di tingkat Puskesmas yang masih dalam bentuk obat oral tanpa inhalasi pengontrol yang sesuai.

Tanpa obat pengontrol asma, pasien asma beresiko mengalami eksarsebasi atau serangan asma. Problemnya adalah biaya penanganan asma bisa menjadi mahal, karena lebih dari 57,5% pasien asma mengalami kekambuhan serangan asma dan datang ke rumah sakit pada saat kondisi mereka sudah dalam keadaan tidak terkontrol.

Di Kota Bandung, saat ini telah dijalankan program PESAT (Pelayanan Asma Terpadu) di 30 UPT Puskesmas. Melalui program ini pasien asma bisa mendapatkan terapi obat serta pelayanan komprehensif meliputi edukasi, konsultasi, pengukuran ACT (Asthma Control Test) dan pelayanan rujuk balik bagi peserta BPJS Kesehatan.

Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/berbagai sumber