Ia juga memastikan, penyelidikan terhadap respons bencana tetap dilakukan. Hal ini terkait pernyataan banyak warga yang mengaku hanya memiliki waktu sedikit untuk menyelamatkan diri sebelum kobaran api datang.
Beberapa saksi menyatakan, sirene yang ditempatkan sebagai tanda peringatan di kota wisata tersebut, tak pernah berbunyi. Situasi bertambah buruk dengan pemadaman listrik, yang membuat berbagai bentuk peringatan terhambat untuk dikirim.
“Kita akan segera tahu apakah mereka cukup melakukan atau tidak untuk mengaktifkan sirene itu,” kata Green dalam wawancara TV.
Sementara itu Presiden Joe Biden belum bisa menjawan pertanyaan wartawan, untuk kunjungan ke Maui dalam beberapa hari ke depan. Karena meski kehadiran pemimpin negara bisa membahagiakan korban selamat, tetapi juga bisa membebani upaya pemulihan, dan kebutuhan logistik penyintas.
Korban tewas kebakaran ini adalah yang terparah dari bencana alam yang pernah menimpa Hawaii. Bencana tsunami yang pernah menimpa negara bagian AS itu pada 1960, menewaskan sebanyak 61 orang.
Pejabat setempat telah menyiapkan 1.000 kamar hotel untuk orang-orang yang kehilangan rumah. Mereka dan mengatur properti sewaan untuk dijadikan tempat tinggal tanpa biaya bagi keluarga.








