Joko mengatakan Awla Rajul juga turut dijambak rambutnya. Kepalanya bahkan terkena pukulan pentungan petugas hingga benjol.
Pada saat dipukuli, kata Joko, Rajul berada di sekitar perumahan warga Dago Elos. Namun tiba-tiba segerombolan polisi mendatangi dan menanyakan keberadaan Rajul.
Rajul kemudian menjelaskan bahwa dia adalah wartawan sambil menunjukkan kartu pers kepada aparat kepolisian. Namun aparat tak mengindahkan pernyataan tersebut dan tetap memukuli Awla Rajul berkali-kali.
“Awla Rajul juga sempat dibawa oleh aparat ke lokasi lain. Saat dibawa, polisi yang melihatnya kembali memukul dan menjambak rambutnya. Bahkan Rajul sempat diancam untuk ‘dibunuh atau dimatikan’ oleh polisi tersebut,” ucap Joko.
Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/berbagai sumber









