KALIMANTANLIVE.COM – Kerusuhan yang terjadi di Jalan Dago, Bandung, Jawa Barat membuat dua orang jurnalis yang meliput bentrok polisi dan warga Dago Elos menjadi korban kekerasan aparat. Akibat kasus itu Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengecam tindakan brutal aparat Polrestabes Bandung karena turut melukai dua wartawan Kota Bandung yang sedang melaksanakan peliputan.
Kerusuhan yang terjadi di Jalan Dago sendiri diduga berawal karena polisi menolak laporan pengaduan warga terkait sengketa tanah di kawasan Dago Elos. Salah seorang polisi disebut melontarkan kalimat kadar ke warga dan kuasa hukum di Polrestabes Bandung.
# Baca Juga :Lewati Fase Kritis, David Ozora Korban Penganiayaan Mario Dandy Sudah Boleh Pulang
# Baca Juga :Dramatis, Pelaku Penganiayaan Pacar Tabrak Anggota Satreskim Polresta Banjarmasin dan Lompat dari Mobil
# Baca Juga :Polsek Banjarmasin Barat Ringkus Pelaku Penganiayaan di Saka Permai Banjarmasin
# Baca Juga :Anggota Tim Buser Polres Kotabaru Tembak Pelaku Penganiayaan, Cekcok saat Pesta Miras
“Tepat setelah keluar gerbang Polrestabes warga yang didampingi kuasa hukum menerima tindakan kekerasan verbal oleh salah satu anggota polisi bernama Rustandi. Warga tersebut diteriaki ‘gara-gara kalian jadi begini, anjing!’,” demikian kronologi peristiwa dikutip dari rilis Tim Advokasi Dago Elos, Selasa (15/8/2023).
Tak sampai di situ, salah satu orang warga Dago Elos bahkan diduga dipukul oleh anggota polisi di depan Polrestabes Bandung. Setelah itu, rombongan warga dan kuasa hukum memutuskan untuk pulang ke Dago Elos.
Terkat penganiayaan wartawan, Ketua AJI Bandung Tri Joko Her Riadi menyebutkan wartawan yang jadi korban itu adalah Awla Rajul dari media BandungBergerak dan Agung Eko Sutrisno dari Radar Bandung. Alwa mengalami luka setelah dipukul di bagian perut, paha, dan lengan, sementara Agung ikut dipukul aparat kepolisian pada bagian pundak.
“AJI Bandung mengecam cara-cara kekerasan yang digunakan oleh aparat kepolisian dalam menangani protes warga Dago Elos. Selain warga dan kelompok solidaritas, kekerasan aparat juga menimpa dua jurnalis yang sedang meliput peristiwa kericuhan di Dago Elos,” kata Joko dalam keterangannya, Selasa (15/8/2023).







