Tangkap pembeli lainnya
Hengki mengungkapkan bahwa polisi juga telah menangka para pembeli senjata api, berikut seluruh barang bukti, yang dipasok oleh pabrik tersebut.
Namun di antara para pembeli yang telah diamankan polisi, hanya DE yang termasuk dalam jaringan terorisme.
“Kami sudah sita sementara ini 18 pucuk senjata api modifikator di luar yang diungkap oleh Densus di Bekasi beberapa waktu lalu,” ungkap Hengki.
# Baca Juga :Bank Kalsel Raih Penghargaan FIR on ML/TF dari PPATK, Bebas Pencucian Uang dan Pendanaan Teroris
# Baca Juga :Alasan 80 Persen Masyarakat Setuju Pidana Mati, tapi 20 Persen yang Setuju untuk Teroris
Polisi terlibat
Dalam keterangannya, Hengki tidak membeberkan siapa saja yang ditangkap dalam kasus jual beli senjata api ilegal ini.
Ia hanya mengatakan ada tiga anggota polisi ditangkap karena terlibat jual beli senjata api ilegal.
Namun, Hengki memastikan ketiga anggota Polri ini tidak terkait dengan tersangka teroris DE walau sama-sama membeli senjata ilegal lewat pabrik di Semarang.
“Motif ketiga anggota polisi (dalam membeli senjata api) masih didalami. Mungkin mereka tidak puas dengan senjata dinas, atau bisa alasan yang lainnya,” ujar Hengki.







