Sebagai langkah awal untuk mengenal dan membiasakan diri menggunakan QRIS, lanjut dia, pengunjung diwajibkan untuk bertransaksi menggunakan QRIS dengan biaya sebesar Rp 78.
“Angka 78 merupakan bentuk peringatan Hari Ulang Tahun ke-78 Republik Indonesia. Setelah bertransaksi, pengunjung dapat membeli berbagai produk UMKM menggunakan QRIS. Hal ini merupakan bentuk nyata penerapan teknologi digital sebagai langkah digitalisasi ekonomi di masyarakat,” jelasnya.
Selain mendorong pembayaran digital, sebut Bimo, upaya pelestarian budaya Kalsel juga tidak luput dari perhatian dalam bentuk lomba permainan rakyat. Mulai dari balogo, bakiak, dan lari balok. Hal itu dilakukan dalam rangka memberikan pengalaman nyata bagaimana bertransaksi dengan QRIS yang cepat, mudah, murah, aman dan andal.
“Menyangkut aspek keamanan, BI Kalsel bersama industri keuangan selalu berupaya menjaga keamanan data masyarakat saat bertransaksi. Dalam konteks itu, Bank Kalsel memberikan edukasi perlindungan konsumen bagi masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin mengapresiasi dan mendukung apa yang dilakukan BI Kalsel.
Dirinya mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan transaksi digital dengan memberikan inovasi dan layanan digital bagi nasabah.







