Peneliti Temukan Semut Raksasa Dinomyrmex Gigas di Lembah Bukit Manjai Mandiangin Timur Kabupaten Banjar

MARTAPURA, Kalimantanlive.com – Tim Forum Saintis Muda Biologi Indonesia menemukan koloni semut raksasa di Taman Biodiversitas Hutan Hujan Tropis di Lembah Bukit Manjai, Mandiangin Timur, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Uniknya, selain tubuh berukuran lebih besar dari serangga sejenis, semut raksasa berukuran sampai 31 mm yang disebut juga Dinomyrmex Gigas Borneensis, ditemukan hanya keluar atau beraktivitas pada malam hari.

Layaknya semut pada umumnya, semut ini biasanya hidup di bawah akar pohon atau pohon yang sudah mati. Hidupnya juga berkoloni. Bedanya, hanya ukurannya yang lebih besar.

BACA JUGA:
Peringati HMPI 2022, Pemprov Kalsel Tanam 4.000 Pohon di Tahura Sultan Adam Mandiangin

“Ukurannya tidak biasa. Semut betina pekerja Dinomyrmex Gigas Borneensis memiliki ukuran 21-28 mm, pejantannya 18 mm, sementara ratunya lebih besar, yakni berukuran 31 mm,” jelas Koordinator Riset Forum Saintis Muda Biologi Indonesia, Ramadhan Jayusman, Minggu (27/8/2023).

Semut ini, lanjut dia, bisa ditemukan di Asia Tenggara. Hutan di pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan merupakan habitat dari Dinomyrmex Gigas Borneensis.

Berdasarkan literatur yang ada, semut raksasa itu diduga jenis Dinomyrmex gigas borneensis, subspesies dari Dinomyrmex gigas dan endemik Pulau Kalimantan.

Dinomyrmex gigas biasanya mengonsumsi cairan lengket yang kaya akan gula yang disekresikan oleh kutu daun.

Namun, mereka juga akan mengonsumsi serangga dan kotoran burung sebagai asupan protein.