Khusus Kalsel, kata Ramadhan Jayusman, terdapat sub-spesies lain yaitu Dinomyrmex Gigas Borneensis dengan pembeda kaki berwarna kuning.
Semut raksasa Dinomyrmex gigas lebih sering beraktivitas pada malam hari alias nokturnal.
Para semut (kelas pekerja) ini biasanya akan berjaga sepanjang malam dan baru kembali ke sarang pada pagi hari ketika aktivitas mencari makanan berhenti.
BACA JUGA:
Ini Maksud Pemprov Kalsel Tutup Kawasan Wisata Tahura Sultan Adam
“Jadi kami mengamati ini ketika malam dan harus menginap, karena keluarnya pada malam. Semut ini akan bertindak agresif ketika ada yang mengancam sarangnya,” ungkap Ramadhan Jayusman.
Menurut Ramadhan Jayusman, semut di alam berfungsi sebagai penyubur tanah, bioindikator, dan predator hama. Semua manfaat semut tersebut perlu dikaji lebih mendalam dan dapat menjadi salah satu pengayaan penelitian tentang serangga ini berikutnya.
“Dinomyrmex Gigas biasanya mengonsumsi cairan lengket yang kaya akan gula yang disekresikan oleh kutu daun. Namun, mereka juga akan mengkonsumsi serangga dan kotoran burung sebagai asupan protein mereka,” ujarnya.
Tidak hanya bagi kesuburan tanaman, Dynomyrmex Gigas Borneensis ternyata juga memiliki manfaat untuk manusia. Menurut penelitian, semut ini memiliki kelenjar metaplural yang bermanfaat untuk bahan pembuatan antibiotik.
Mungkin manfaat ini pulalah yang membuat harga semut ini bisa mencapai jutaan rupiah. Seekor ratu semut ini pernah dibeli seharga 3.500 Dolar di Rusia.







