Terjadi Lagi, Karhutla di Kabupaten Tapin Melahap 4 Ha Lahan di Binuang dan Tapin Selatan

RANTAU, KALIMANTANLIVE.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan melakukan pemadaman Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) yang terjadi berkelanjutan sepanjang musim kemarau hingga akhir Agustus 2023.

Tim Satgas Karhutla yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Relawan dan masyarakat setiap harinya terus berjibaku melakukan upaya penanggulangan Karhutla yang masih kerap terjadi dibeberapa wilayah di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan tersebut.

# Baca Juga :ANEH! Rumah Atap Merah Ini Tak Terbakar, Karhutla di Hawaii Hanguskan 2.000 Bangunan & 110 Orang Tewas

# Baca Juga :Peringatan Dini 10 Wilayah di Tanah Air Sabtu 19 Agustus 2023, BMKG: Kalsel Waspada Karhutla!

# Baca Juga :FAKTA-FAKTA Kalsel Darurat Karhutla, Lahan Terbakar Capai 1.000 Ha dan Jarak Pandang Cuma 50 M

# Baca Juga :Info Cuaca BMKG Sabtu 12 Agustus 2023: 8 Wilayah Berpotensi Cuaca Ekstrem, Kalsel Wapada Karhutla

Seperti yang terjadi pada Minggu (27/8/2023) petang, karhutla membuat ludes empat hektare lahan di Kecamatan Binuang dan Kecamatan Tapin Selatan.

Terjadinya karhutla di lokasi tersebut dibenarkan oleh Operator Pusdalops-PB BPBD Tapin, Rahmat Amrullah.
Kejadian pertama terjadi di Kelurahan Raya Belanti RT.14 RW.05, Kecamatan Binuang. “Waktu kejadian sejak sekitar pukul 18.05-21.51 WITA,” ujarnya.

Adapun kawasan yang terbakar merupakan lahan semak belukar dengan luas lahan kurang lebih empat hektare. “Api berhasil dipadamkan,” kata Rahmat.

Usai melakukan pemadaman di wilayah Kecamatan Binuang, pihaknya melanjutkan pemadaman di wilayah Kecamatan Lokpaikat.

Kejadian di titik karhutla kedua terjadi sekitar pukul 19.06-21.40 WITA di Desa Rumintin, Kecamatan Tapin Selatan. Lebih tepatnya di dekat stockpile TBA merupakan lahan semak beluar dengan luas lahan sekitar setengah hektare.

Kedua titik karhutla tersebut berhasil dipadamkan berkat kerja sama BPBD Tapin, Tagana, Bapara, masyarakat sekitar, beserta TNI dan Polri.

Ia mengakui tim gabungan sempat mengalami kesulitan saat melakukan pemadaman total. Ini disebabkan karena mash terdapat titik api yang masih menyala di dalam semak-semak.

“Api berhasil dipadamkan kurang lebih 90 persen. Kondisi terkini masih terdapat kepulan asap, namun kondisi masih dalam status aman,” pungkasnya.

Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/berbagai sumber