KOTABARU, Kalimantanlive.com – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi menyoroti sejumlah fasilitas di UPTD Perikanan Budidaya Air Payau dan Laut (PBAPL) Kotabaru, mulai dari masalah listrik hingga sebagian bangunan yang sudah mulai lapuk.
Muhammad Yani Helmi yang akrab disapa Paman Yani, mengungkapkan, berbagai fasilitas menjadi perhatian serius. Yakni, masih ada bangunan yang kurang memadai dalam pelaksanaan pembibitan benih ikan di UPTD milik Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel tersebut.
BACA JUGA:
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Paman Yani Terus Ingatkan Warga Agar Tak Mudah Terprovokasi
“Kondisinya memang sudah memprihatinkan. Lihat saja atapnya yang sudah mulai bolong semua dan kami juga menemukan alat filterisasi air laut juga sudah terbilang lama sehingga perlu diganti yang baru. Terlebih, apabila ini tidak disegerakan maka berpengaruh besar terhadap pengembangan pembibitan ikan di sini,” ujar Paman Yani, usai meninjau sejumlah lokasi bangunan di UPTD BPBAPL Kotabaru dalam kunjungan kerjanya, Jumat (25/8/2023).
Adik kandung Gubernur Kalsel Sahbirin Noor itu menyebutkan, persoalan belum diserahkannya aset juga menjadi alasan belum dapat dimaksimalkannya perbaikan UPTD tersebut.
“Sebenarnya kita sudah urus itu, mulai dari tahun 2019 hingga sekarang ini. Bahkan, Sekdakab hingga dinas kelautan dan perikanan dari Pemkab Kotabarunya belum juga memberikan respon. Namun demikian, aset tetap menjadi perhatian kami termasuk sarana prasarananya bahkan tempat penangkaran pembibitan juga tak dapat digunakan karena atapnya yang bolong,” jelasnya.







