Sementara itu, Kepala Balai PBAPL Kotabaru, Akhmad Baihaki, menyebut, alasan terjadinya pencurian ikan (bawal bintang) memang saat ini kondisi rumah jaga yang dimiliki kondisinya juga tak layak ditinggali. Sehingga, perlu mendapatkan perhatian serius.
“Petugas di sana juga kesusahan. Kondisi ini yang dimanfaatkan orang yang tak bertanggung jawab untuk melakukan itu. Jangka panjangnya kami juga sudah bekerjasama dengan kepolisian ditambah lagi masalah itu sudah selesai. Selanjutnya, kami akan memperbaiki fasilitas rumah jaga dipenangkaran,” tuturnya.
BACA JUGA:
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Paman Yani Terus Ingatkan Warga Agar Tak Mudah Terprovokasi
Baihakmi mengakui, kondisi listrik di daerahnya memang sering padam. Apalagi, datangnya hujan deras hingga cuaca ekstrim sering menjadi kekhwatiran mereka dalam menjalankan tugas karena juga mempengaruhi kondisi keberlangsungan bibit ikan.
“Itu sangat mengganggu kegiatan pembudidaya. Kita ketahui, listrik sangat berpengaruh besar terhadap aktivitas produksi di sini,” jelasnya.
Dia turut berterima kasih atas kunjungan yang dilaksanakan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Paman Yani. Terlebih, lanjutnya, hal ini menjadi momen perhatian dalam mendorong sektor ekonomi melalui pengembangan pembibitan perikanan di kepulauan Kabupaten Kotabaru.
“Kami sangat senang sekali karena Paman Yani mau melihat langsung kondisi balai di sini. Berharap juga, beliau bisa membantu. Tadi sempat melihat bagaimana sarana prasarananya. Karena selama kurang lebih 20 tahun kita hanya bisa melakukan pemeliharaan rutin dan untuk rehab bangunan kami tak lakukan hal itu disebabkan belum adanya penyerahan aset,” ujarnya.
Kalimantanlive.com/rhm/rhs
Editor : Elpian







