3 Wilayah Sudah Kekurangan Air, Pemprov Kalsel Ingin BPBD Buat Rencana Terkait Dampak Kemarau

BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) di kabupaten/kota di Kalimantan Selatan (Kalsel) sudah ada wilayah yang terdampak kekeringan dan kekurangan air bersih, seperti di Kabupaten Banjar, Tanah Laut dan Kota Banjarbaru.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Sekretaris Daerah Provinsi, Roy Rizali Anwar berharap Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) di seluruh kabupaten/kota untuk membuat rencana kontingensi terkait dampak kekeringan akibat kemarau.

# Baca Juga :Dibutuhkan Untuk Tanggulangi Karhutla, PUPR Kalsel Tunda Pengeringan Irigasi Riam Kanan

# Baca Juga :Antisipasi Karhutla di Kiram Park Banjar, Gubernur Kalsel dan Jajaran Babat Semak Belukar

# Baca Juga :BPBD Kalsel Lakukan Normalisasi Saluran Embung untuk Pembasahan di Titik-titik Karhutla

# Baca Juga :Permudah Tangani Karhutla, Pemprov Kalsel Bakal Bangun Embung dan Bina Masyarakat Peduli Api

“Mudah-mudahan kegiatan ini mampu menghasilkan dokumen rencana kontingensi yang komprehensif dan bermanfaat bagi Pemprov Kalsel dan masyarakat,” harap Roy Rizali Anwar saat membuka Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Kontingensi Bencana Kekeringan Kalsel di salah satu hotel di Banjarmasin, Senin (4/9/2023).

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalsel, puncak musim kemarau terjadi pada bulan September 2023, sementara awal musim penghujan diperkirakan baru terjadi pertengahan November 2023.

“Dengan masih panjangnya musim kemarau dan dampaknya yang sudah kita rasakan, mengakibatkan potensi bencana karhutla dan bencana kekeringan semakin terasa,” lanjut Roy.

“Selain masyarakat yang kekurangan air bersih, dampak kekeringan juga dirasakan pada lahan-lahan pertanian dan perlu diwaspadai juga pada usaha perikanan yang juga memerlukan air sebagai sarana usahanya,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Kalsel, Iswantoro menyebutkan kegiatan ini sebagai bentuk nyata Pemprov Kalsel melakukan upaya untuk antisipasi dari dampak musim kemarau yakni bencana kekeringan dan lainnya.

“Kita antisipasi dampak kekeringan ini di seluruh aspek seperti kesehatan, persiapan pasokan air di embung-embung termasuk juga sumber air minum, nah ini yang kita perhatikan,” kata Iswantoro, Selasa (5/9/2023).

Peserta rakor ini berasal dari BPBD kabupaten kota se-Kalsel, serta lembaga dan instansi terkait seperti Perusahaan Air Minum, PLN dan sebagainya.(diskominfomc.kalselprov.go.id)

editor : NMD