KALIMANTANLIVE.COM – China Open 2023 telah merampungkan separuh pertandingan dari babak pertama di Olympic Sport Centre Gymnasium, Changzhou, China, pada Selasa (5/9/2023).
Dari hasil pertandingan kemarin di China Open 2023, sudah terlihat angker dengan tiga wakil unggulan yang tumbang. Wakil Indonesia terlibat disemua peristiwa kejutan ini walau tak semuanya berakhir menyenangkan.
Sebagian laga babak pertama dipertandingkan dengan menghadirkan kejutan dengan gugurnya pemain unggulan.
# Baca Juga :China Open 2023 – 17 Wakil Indonesia Siap Tempur, Ada Duel Neraka di Sektor Ganda Putra
# Baca Juga :Hasil Malaysia Open 2023: Gregoria Lolos 16 Besar Usai Tekuk Pemain China Ranking 5 Dunia
# Baca Juga :Hari Ini 9 Wakil Indonesia Hadapi ‘Partai Neraka’ di 16 Besar Kejuaraan Dunia BWF 2023
# Baca Juga :Ranking BWF Terbaru Usai Japan Open 2023: Fajar/Rian Kokoh No 1, Ginting ke-2 dan Jojo Melompat Tinggi
Unggulan yang gugur pertama adalah ganda campuran andalan tuan rumah, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin.
Menjadi unggulan ketujuh, langkah pasangan yang digadang-gadang menjadi jagoan baru ganda campuran dunia itu malah kandas pada babak 32 besar.
Jiang/Wei tak kuasa menahan ambisi revans dari wakil Indonesia yaitu Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.
Juara Asia tumbang lewat pertarungan tiga gim dengan skor 16-21, 21-12, 16-21.
Hasil ini menuntaskan balas dendam Praveen/Melati terhadap ganda campuran nomor tiga China atas kekalahan pada babak kedua Malaysia Masters 2023.
Praveen/Melati menjadi pasangan terkini yang menghentikan Jiang/Wei.
Jiang/Wei menjelma jadi pasangan yang cukup ditakuti. Penampilan mereka langsung melejit walau baru tahun lalu menjalani debut turnamen internasional.
Mereka bahkan masih tampil di level International Challenge dan Indonesia Masters Super 100 di Malang, Jawa Timur.
Pada awal tahun ini pun Jiang/Wei masih harus merangkak dari babak kualifikasi saat Indonesia Masters Super 500.
Namun, tak butuh waktu lama bagi mereka untuk diperhitungkan.
Tiga gelar diraih Jiang/Wei pada tahun ini, termasuk dari Kejuaraan Asia 2023 di mana mereka mengalahkan senior sekaligus pasangan nomor satu, Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong.
Sayangnya, euforia Indonesia karena kejutan Praveen/Melati tak bertahan lama gegara dua unggulan berikutnya yang tumbang justru berasal dari Tanah Air.
Kejutan lainnya datang dari tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung harus takluk dari pemain non-unggulan dari Vietnam, Thuy Linh Nguyen.
Gagal mengeluarkan permainan terbaik membuat unggulan kedelapan kalah dalam dua gim saja dengan skor 15-21, 14-21.
Babak pertama China Open 2023 makin menghadirkan perasaan campur aduk bagi Indonesia saat Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto bernasib sama.
Ganda putra nomor satu itu kalah dua gim dari finalis Kejuaraan Dunia 2023, Kim Astrup/Anders Skaarup Rassmusen (Denmark), dengan skor 19-21, 19-21.
Fajar/Rian pun menjadi unggulan kesatu pertama yang angkat koper dari turnamen bulutangkis BWF World Tour Super 1000 itu.
Ini menjadi lanjutan hasil pahit bagi Fajar/Rian.
Mereka sudah empat kali kalah di pertandingan pertama dalam empat bulan terakhir yaitu saat Malaysia Masters, Singapore Open, Kejuaraan Dunia, China Open.
“Kalau dibilang kurang percaya diri tidak juga, kami di sini coba main lepas saja tanpa memikirkan hal lain,” ujar Rian.
“Hanya memang pas di lapangannya kami tidak bisa keluar dari tekanan permainan lawan dan kurang sabar.”
Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/berbagai sumber










