BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) melalui Dinas Kehutanan (Dishut) menutup kawasan kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam Mandiangin, hal itu untuk melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Berkat bantuan tim gabungan, helikopter water bombing milik BNPB dan Satgas Darat kebakaran lahan di Tahura Sultan Adam bisa ditangani dengan cepat,” kata Kepala Dishut Provinsi Kalsel, Fathimatuzzahra di Banjarbaru, Kamis (7/9/2023).
# Baca Juga :Usulan 505 Formasi Guru PPPK Disetujui Pusat, Pemprov Kalsel Siapkan Jadwal Seleksi & Pengumumannya
# Baca Juga :Berhadiah Jutaan Rupiah, Pemprov Kalsel Gelar Lomba Karya Tulis Ilmiah untuk SMA/SMK Sederajat, Catat Syaratnya!
# Baca Juga :3 Wilayah Sudah Kekurangan Air, Pemprov Kalsel Ingin BPBD Buat Rencana Terkait Dampak Kemarau
Selain itu, papar Fathimatuzzahra dalam memadamkan karhutla, pihaknya juga dibantu dari Brigdalkarhutla Dishut dan Tahura, Polhut, TKPH, karyawan Dishut dan Satgas Tahura Sultan Adam, BPBD Kalsel dan kab/kota, Manggala Agni, Damkar dan melibatkan seluruh Masyarakat Peduli Api (MPA) di bawah naungan Tahura Sultan Adam, serta dukungan suplai air dari beberapa mobil tangki milik Dinas PUPR dan Dinas Lingkungan Hidup.
Hal ini, jelas Fathimatuzzahra, sesuai arahan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor agar SKPD Pemprov Kalsel Ikut aktif dalam membantu penanganan Karhutla.
Saat karhutla di Tahura Sultan Adam, kata Fathimatuzzahra, pihaknya langsung melakukan evaluasi, dan kawasan wisata Tahura Sultan Adam Mandiangin sementara ditutup bagi pengunjung hingga waktu yang tidak bisa ditentukan.
“Alhamdulillah, dari kejadian karhutla tidak sampai membakar fasilitas wisata yang ada di kawasan Tahura Sultan Adam,” ungkap Fathimatuzzahra.
Fathimatuzzahra menjelaskan, walaupun kawasan Tahura Sultan Adam ditutup, patroli tetap ditingkatkan guna kewaspadaan akan bahaya terjadinya Karhutla dan penutupan juga untuk mengantisipasi puncak musim kemarau.
“Patroli di daerah rawan atau yang masih hijau akan terus ditingkatkan dan tim pemantau api juga aktif di lokasi sekitar kawasan Tahura Sultan Adam sehingga apabila terdeteksi adanya api langsung dapat segera dilakukan tindakan pemadaman,” tambah Fathimatuzzahra.
Tidak hanya itu, pihaknya terus gencar melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat melalui sosialisasi dan penyuluhan pencegahan Karhutla serta pemasangan spanduk imbauan larangan membakar hutan dan lahan di wilayah rawan Karhutla.(diskominfomc.kalselprov.go.id)
editor : NMD










