RABAT, KALIMANTANLIVE.COM – Sebanyak 296 orang tewas dalam gempa 6,8 SR yang mengguncang Marrakesh, Maroko, Jumat (8/9/2023).
“Menurut laporan sementara, gempa menewaskan 296 orang di provinsi dan kota Al-Haouz, Marrakesh, Ouarzazate, Azilail, Chichaoua, dan Taroudant,” tulis Kementerian Dalam Negeri Maroko dalam sebuah pernyataan, melansir AFP.
Sementara sebanyak 153 orang lainnya mengalami luka-luka.
# Baca Juga :Gempa Bumi M 6,0 Tapanuli Utara: 1 Meniggal, Puluhan Warga Luka-luka & Bangunan Roboh
# Baca Juga :Usai Gempa M 5,2, 108 Gempa Bumi Susulan Guncang Malang dan Lumajang
# Baca Juga :Gempa Bumi Susulan M 6,0 Guncang Nias Selatan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
# Baca Juga :Gempa Bumi Magnitudo 6.2 di Pasaman Barat Sumatera Barat Dirasakan Juga Warga Kota Padang hingga Bukittinggi
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengungkap pusat gempa berada di kedalaman 18,5 km dan terjadi sekitar 71 km timur laut Marrakesh.
Seorang warga Marrakesh Abdelhak El Amrani (33) mengaku merasakan getaran yang sangat kuat sebelum menyadari bahwa gempa sedang terjadi.
“Saya bisa melihat gedung-gedung bergerak. Kita tidak selalu memiliki refleks untuk situasi seperti ini. Lalu saya keluar dan ada banyak orang di sana. Semua orang terkejut dan panik. Anak-anak menangis dan para orang tua kebingungan,” kata dia.
Tayangan televisi setempat dan sejumlah warga Marrakesh mengabarkan, sebagian bangunan ambruk, menara-menara masjid roboh, dengan puing-puingnya menimpa mobil-mobil di sekitarnya. Akibat gempa, warga di kota-kota utama lain bergegas mengungsi karena khawatir dengan datangnya gempa susulan.
Seorang pejabat setempat mengatakan, sebagian besar korban tewas tinggal di area-area pegunungan yang sukar dijangkau.
”Berdasarkan informasi sementara, gempa menewaskan 296 orang di provinsi-provinsi dan kota-kota seperti Al-Haouz, Marrakesh, Ouarzazate, Azilal, Chichaoua, dan Taroudant,” sebut Kementerian Dalam Negeri Maroko melalui pernyataan tertulis.
”Kami merasakan guncangan yang sangat dahsyat, dan saat itulah saya tersadar itu adalah gempa,” ujar Abdelhak El Amrani (33), warga di Marrakesh, kepada kantor berita AFP melalui telepon.
”Saya melihat gedung-gedung berguncang. Kami belum pernah mengalami situasi seperti ini. Lalu, saya pergi keluar dan sudah banyak orang di luar. Mereka terguncang dan panik. Anak-anak menangis, para orang tua tak bisa berbuat banyak,” lanjut Amrani.
”Listrik sempat padam selama 10 menit, begitu juga jaringan (telepon) terputus, tetapi kemudian menyala lagi. Orang-orang memutuskan tetap tinggal di luar,” ucap Amrani.
Fayssal Badour, warga Marrakesh lainnya, mengungkapkan bahwa dirinya sedang mengendarai mobil saat gempa terjadi. ”Saya lalu berhenti dan baru menyadari telah terjadi bencana. (Bencana) ini sangat serius, air sungai tampak meluap (akibat guncangan gempa). Jerit dan tangis pun tak tertahankan,” ujarnya.
Rumah sakit-rumah sakit di Marrakesh dilaporkan kebanjiran orang yang terluka. Media setempat melaporkan, satu keluarga terperangkap dalam puing reruntuhan rumah mereka yang ambruk.
Guncangan gempa juga terasa di kota-kota pantai, seperti Rabat, Casablanca, dan Essaouira. ”Tidak terlihat banyak kerusakan, tetapi ada kepanikan. Kami mendengar jeritan saat terjadi guncangan,” kata seorang warga Essaouira, sekitar 200 kilometer barat Marrakesh.
Menurut media Maroko, gempa ini merupakan gempa terkuat yang melanda negara mereka. NetBlocks, pemantau internet global, menyebutkan bahwa sambungan internet di Marrakesh terputus akibat padamnya listrik.
Tak hanya di Maroko, guncangan gempa tersebut juga terasa hingga negara tetangga Aljazair. Hal ini dikatakan Pertahanan Sipil Aljazair. Tidak ada kerusakan atau korban di Aljazair.
Gempa pernah melanda Maroko tahun 2004 di Al Hoceima, wilayah timur laut negeri itu, menewaskan sedikitnya 628 orang dan melukai 926 orang. Sebelumnya, tahun 1980, gempa bermagnitudo 7,3 mengguncang El Asnam di negera tetangga Aljazair.
Gempa tersebut tercatat sebagai salah satu gempa terkuat dan paling merusak dalam sejarah akhir-akhir ini. Sedikitnya 2.500 orang tewas dan 300.000 orang kehilangan tempat tinggal akibat gempa El Asnam.
Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/berbagai sumber







