Gempa Dahsyat Maroko Menewaskan 2.100 Orang, Bantuan dari Internasional Berdatangan

KALIMANTANLIVE.COM – Lebih dari 2.100 orang dipastikan tewas akibat gempa dahsyat yang melanda Maroko hari Jumat lalu. Tim penyelamat memperingatkan jumlah korban masih akan bertambah seiring upaya pencarian yang terus dilakukan.

Saat ini para penyelamat Maroko berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan mereka yang terjebak di bawah reruntuhan akibat gempa pada Jumat (8/9/2023), sementara penyelamatan darurat berjuang memasok bantuan ke daerah-daerah terpencil.

# Baca Juga :Gempa Dahsyat Guncang Maroko, 296 Orang Tewas dan 53 Orang Luka-luka

# Baca Juga :BMKG Ralat Gempa Tanah Bumbu dengan Magnitudo 7,4 Jadi Gempa Lombok Magnitudo 7,1

# Baca Juga :UPDATE Gempa Tanahbumbu, Bali 3 Kali Bergetar Hebat, Turis Asing Panik dan Lari Keluar Hotel

# Baca Juga :Gempa M 7.4 Guncang Tanahbumbu Kalsel, Warga Bali Ketakutan dan Keluar Rumah

Penduduk desa terus menggali dengan tangan dan sekop untuk menemukan korban yang selamat, sementara tim penolong kesulitan membawa peralatan berat.

Peralatan seperti itu juga diperlukan untuk menyiapkan kuburan bagi ribuan orang yang meninggal akibat gempa tersebut.

Warga “tidak punya apa-apa lagi,” kata seorang penduduk desa kepada BBC. “Warga kelaparan. Anak-anak butuh air. Mereka butuh bantuan.”

Gempa pada hari Jumat, yang merupakan gempa paling mematikan di negara itu dalam 60 tahun terakhir, melanda beberapa desa di kawasan pegunungan terpencil di selatan Marrakesh.

Kerusakan Parah

Kerusakan terparah terjadi di daerah pegunungan terpencil yang sulit diakses. Warga menggambarkan seluruh desa mengalami kerusakan dan tim penyelamat tidak dapat menemukan mayat dari puing-puing.

Di Marrakesh, kota besar terdekat, banyak warga yang menghabiskan malam kedua dengan tidur di jalanan, karena terlalu takut untuk kembali ke rumah mereka. Situs bersejarah di destinasi wisata populer tersebut telah rusak.

Raja Maroko Mohammed VI mengumumkan tiga hari berkabung dan memerintahkan masjid-masjid di seluruh negeri untuk mengadakan salat jenazah pada hari Minggu.

Simpati dunia bermunculan setelah peristiwa ini. Dan Raja Mohammed VI mengucapkan terima kasih kepada Spanyol, Qatar, Inggris, dan Uni Emirat Arab karena mengirimkan bantuan menyusul gempa bumi yang melanda Maroko, kata lembaga penyiaran pemerintah Al Aoula pada Minggu.

“Pihak berwenang Maroko melakukan penilaian yang cermat terhadap kebutuhan di lapangan, dengan mempertimbangkan bahwa kurangnya koordinasi dalam kasus-kasus seperti itu akan menjadi kontraproduktif,” kata raja, menurut pernyataan kementerian dalam negeri yang diposting oleh lembaga penyiaran negara 2M.

“Atas dasar ini, pihak berwenang Maroko menanggapi tawaran dukungan yang diberikan oleh negara sahabat Spanyol, Qatar, Inggris dan Uni Emirat Arab, yang menyarankan untuk memobilisasi sekelompok tim pencarian dan penyelamatan,” lanjutnya dikutip dari CNN.

“Selain itu, seiring dengan kemajuan intervensi, penilaian terhadap kebutuhan potensial dapat berkembang, yang mungkin mengarah pada kembalinya tawaran dukungan dari negara-negara sahabat lainnya, sesuai dengan kebutuhan masing-masing tahap secara terpisah,” jelasnya.

Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/berbagai sumber

 

News Feed