Darmansyah menyebutkan, pertumbuhan penyaluran kredit di Kalimantan Selatan tidak setinggi di Provinsi lainnya di Regional Kalimantan yang disebabkan terkontraksinya penyaluran kredit pada sektor Pertanian, Perburuan, dan Kehutanan sebesar -19,27 persen (yoy), mengingat sektor ini merupakan salah satu sektor dengan porsi penyaluran kredit Perbankan terbesar dengan porsi mencapai 13,67 persen.
Sementara itu, proporsi penyaluran kredit UMKM terhadap keseluruhan kredit di Kalimantan Selatan posisi Juli 2023 sebesar Rp21,0 triliun atau 36,15 persen dari total kredit dengan risiko kredit yang terjaga, tercermin dari rasio NPL gross Kredit UMKM sebesar 3,55 persen.
“Sektor Pertanian menjadi sektor usaha yang memiliki kontribusi terbesar pada penyaluran kredit periode ini,” jelas Darmansyah
Perkembangan IKNB
Perkembangan Sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) di Kalsel, juga tumbuh positif pada posisi Juli 2023. Hal itu, kata Darmansyah, terlihat dari pertumbuhan penyaluran pembiayaan sebanyak 19,33 persen year-on-year, dengan penyaluran tertinggi pada Jenis Pembiayaan Investasi sebanyak Rp5,610 triliun.
“Sedangkan jika dilihat dari sektor ekonomi, penyaluran pembiayaan tertinggi pada sektor Pertambangan dan Penggalian. NPF pada Perusahaan Pembiayaan juga jauh di bawah threshold, yaitu 1,30 persen,” ucapnya.
Sementara itu, jelas Darmansyah, kinerja fintech lending di Provinsi Kalimantan Selatan juga masih terjaga, terlihat dari TWP90 sebesar 2,74 persen, lebih rendah dibandingkan TWP90 Nasional di angka 3,47 persen.
Meskipun demikian, terdapat penurunan signifikan terhadap dana yang diberikan oleh pemberi pinjaman yang terkontraksi sebesar 77,93 persen atau dengan kata lain pembiayaan yang diberikan kepada debitur fintech p2p lending di Provinsi Kalimantan Selatan didominasi oleh kreditur dari luar Kalimantan Selatan.
Pasar Modal
Menurut Darmansyah, industri Pasar Modal di Kalimantan Selatan juga terus menunjukkan kinerja yang positif. Hal tersebut nampak dari nilai kepemilikan saham yang naik sebanyak 148,17 persen secara year-on-year atau naik sebanyak 20,12 persen dari bulan lalu (Juni: Rp58,356 triliun).
“Jumlah investor yang meningkat sebanyak 22,69 persen (yoy) mengindikasikan bahwa Pasar Modal masih menjadi pilihan yang baik untuk berinvestasi bagi masyarakat Kalimantan Selatan,” paparnya.
Peningkatan ini juga tidak terlepas dari upaya OJK dan BEI yang secara rutin menyelenggarakan sosialisasi dan edukasi mengenai Pasar Modal.
Di sisi lain, menurut dia, nilai transaksi saham terkontraksi sebesar -35,97 persen yang menunjukkan perilaku investor yang cenderung menahan transaksi untuk memperoleh capital gain pada posisi Juli 2023 ini. Sedangkan jumlah nasabah yang berinvestasi pada instrumen Reksadana pada posisi Juli 2023 mencapai 5.160 nasabah.
Kalimantanlive.com/eep
Editor : Elpian







