Memperhatikan hasil pemetaan tersebut, lanjut Darmansyah, diskusi dengan perangkat Desa, dan rapat penetapan program dengan TPAKD Balangan disepakati terdapat tiga akses keuangan utama yang diperlukan bagi pengembangan EKI Desa Balida yaitu: penggunaan QRIS untuk transaksi, penyediaan permodalan yang terjangkau, serta peningkatan kepemilikan tabungan untuk pengelolaan keuangan masyarakat dan pelajar.
BACA JUGA:
Antisipasi Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong, OJK Terus Galakkan Literasi Keuangan Masyarakat Banua
“Bank Kalsel sebagai Bank Daerah yang telah bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Balangan menyatakan komitmen untuk mendukung penyediaan ketiga akses keuangan tersebut,” jelasnya.
Kata Darmansyah, Program EKI telah dijalankan bersama-sama secara konsisten dan progresif dengan 3 tahapan yaitu:
1) tahap pra inkubasi (survei pemetaan yang telah dilakukan);
2) tahap inkubasi yang terus dilaksanakan berupa: edukasi pengelolaan keuangan, pemanfaatan kredit, dan transaksi cashless melalui QRIS, serta termasuk melakukan kunjungan studi ke Desa Pujon Kidul dan Desa Ketapanrame;
dan 3) tahap pasca inkubasi yang ditandai dengan penggunaan produk inklusif keuangan yang direncanakan.







