Pembelinya sendiri, lanjut Saimah, datang dari berbagai daerah, seperti dari Nagara, HSS, Rantau, Amuntai, hinggga Gambut. Penjualan tanggui ramai saat musim panen tiba.
Untuk harga jual tanggui bervariasi, mulai Rp 5 ribu hingga Rp 15 ribu per buah. “Tanggui yang lebih rapi, dengan tambahan jahitan benang dan lebih rapi harganya lebih mahal. Paling laku saat musim panen.
“Kami memohon bantuan bapak dari DPRD Kota Banjarmasin, Wakil Rakyat bisa membantu modal usaha, baik dari pemerintah atau pihak lain,” kata Saimah.
Menanggapi aspirasi ibu-ibu pembuat Tanggui, Saut Nathan Samosir mengatakan akan menyampaikan kepada dinas terkait di Kota Banjarmasin.
“Saat ini mereka bekerja mengambil upahan dari pihak lain dan berharap ada bantuan modal dari pemerintah atau pihak lain. Nanti kita coba koordinasikan dengan dinas yang menaunginya,” kata Saut Nathan Samosir.
Sebelum Kampung Tanggui, Saut Nathan Samosir mengunjungi Sungai Landas Kuin Cerucuk, Jembatan Pelangi dan Wisata Sungai Duyung Belitung untuk mendengarkan aspirasi warga.







