Ditambahkannya, kegiatan tersebut pihaknya menurunkan hampir 20 anggota dan hanya berlangsung selama satu hari, namun jika tidak selesai dilanjutkan pada besok hari.
“Antusias masyarakat sangat luar biasa berjubel bahkan pendaftaran hari sudah ditutup. Kalau untuk hari ini ada 500,” tambahnya.
Sementara itu, salah seorang pasien, Nasir (58) mengaku merasa ada perubahan setalah diobati dengan metode pengobatan tradisional ini.
BACA JUGA: Bupati Tabalong Anang Syakhfiani Rencanakan Bangun Kampus STIT di Kawasan Jalan Nan Sarunai
“Keluhannya ini sebelumnya kaki saya mati rasa, kalo sekarang agak mendingan dan merasa ringan,” ungkap warga Desa Bilas, Kecamatan Upau.
Nasir yang sudah menderita sakit selama satu ini mengetahui ada kabar pengobatan gratis tersebut dari media sosial group Facebook.
“Harapan saya semoga cepat sembuh kembali,” tutupnya.
Kalimantanlive.com/A Hidayat
Editor: Elpian







