Dari poin diatas, terdapat penggalan kalimat distribusi perdagangan, dengan pembangunan infrastruktur yang ada saat ini, di Kota Banjarmasin tidak memiliki kendala dalam distribusi dikarenakan sudah memiliki sarana prasarana yang memadai untuk perputaran roda ekonomi warga.
Disamping itu pula, aspek historis Kota Banjarmasin yang menyandang julukan kota dagang dan jasa, membuat kota ini mampu bangkit dari Pandemi beberapa waktu yang lalu dan melaju untuk maju.
BACA JUGA: Dihadiri Wawali Arifin Noor HUT Kota Banjarmasin, Lomba Gerak Jalan Tingkat SD Berlangsung Meriah
Sebut saja pembangunan Jembatan Bromo yang sangat memberi manfaat bagi warga setempat yang dulunya terisolir, kini mendapat kemudahan akses terutama dalam perputaran roda ekonomi sehari-hari.
Lain Jembatan Bromo, lain lagi Jembatan Patih Masih, dulunya setiap hari selalu mengalami kemacetan, dan kini arus lalu lintas sudah lancar tanpa hambatan, bahkan jembatan Patih Masih ini juga menunjang perputaran ekonomi masyarakat setempat, dibuktikan dengan bertambahnya UMKM di sekitar kawasan perbatasan Banjarmasin Utara dan Banjarmasin Barat tersebut.
Lalu, ada pula Jembatan Gerilya, Jembatan ini medorong denyut nadi ekonomi masyarakat sekitar terus membaik, Bukan tanpa alasan, Jembatan ini menghubungkan tiga Kelurahan diantaranya Kelurahan Kelayan Timur, Kelurahan Murung Raya dan Kelurahan Tanjung Pagar.
Poin poin diatas hanya sebagian dari pembangunan infrastruktur, masih banyak infrastruktur lainnya yang dapat kita temukan dan dapat kita nikmati di usia 497 tahun Kota Banjarmasin ini.







