Ia menambahkan bahwa sangat diperlukan kesadaran mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi dengan bijak. Karena apabila terus bergantung pada AI, maka akan berakibat buruk ke depannya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Muhammad Itqan Mazdadi, Dosen ilmu Komputer FMIPA ULM yang mengganggap ChatGpt suatu tantangan.
”Jika mahasiswa menggunakan secara terus menerus sebagai penunjang tugas akademik maka akan ketergantungan, maka dari itu untuk meminimalisir, tugas yang diberikan harus bisa dimodifikasi sedimikian rupa,” ungkapnya.
BACA JUGA: Prakiraan Cuaca Selasa 19 September 2023, BMKG: Tarakan Hujan Petir, Banjarmasin Kabut Asap
Lebih lanjut, ia menyarankan mahasiswa menggunakan AI hanya sebagai sarana brainstorming atau trigger suatu ide.
“Mealui tools AI seharusnya mahasiswa dapat bertukar pikiran layaknya mempunyai teman diskusi,” tandasnya.
Kalimantanlive.com/Nurlinawati
Editor: Elpian







