BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Perkembangan teknologi digital yang menggunakan kecerdasan buatan atau Artifical Intelligence (AI) tengah populer di civitas akademika. Salah satu jenis AI berbasis chat bot, seperti Chat Generative Pre-Training (GPT) dijadikan sebagai alat penunjang dalam proses belajar-mengajar akademik.
Hal ini diungkapkan oleh Bambang Dwi Waluyo, Dosen Ilmu Komunikasi FISIP ULM yang mengaku menggunakan ChatGpt untuk menunjang pemahaman akan teori sebagai tenaga pengajar.
“Biasanya digunakan sebagai riset awal untuk mempelajari suatu teori pengetahuan yang belum saya pahami,” jelasnya.
BACA JUGA: Guna Meningkatkan Mutu Pendidikan, Disdik Banjarmasin Ukur Kinerja Kepala Sekolah Tingkat SD dan SMP
Senada dengan Bambang, Radityo Adi Nugroho selaku Dosen Ilmu Komputer FMIPA ULM juga menyampaikan kehadiran ChatGpt meningkatkan efisiensi dalam proses belajar mengajar di kelas.
“Saya dapat menjadi mencari literatur penelitian untuk mempersiapkan materi pembelajaran,” ucapnya.
Meski ChatGpt memiliki segudang manfaat yang dirasakan oleh civitas akademika, Bambang mengungkapkan tersimpan ancaman dalam pemanfaatannya terutama apabila digunakan oleh mahasiswa.
“Pemanfaatan teknologi AI masih kurang tepat jika digunakan oleh mahasiswa, karena dengan hasil yang instan membuat kemampuan berpikir kritis menjadi kurang terasah,” ujar Bambang.







