“Membuka pos pembelian di beberapa tempat agar petani karet mudah untuk menjual ke Perseroda dengan harga yang lebih tinggi, namun tidak mematikan pengepul bahkan pengepul bisa bekerjasama dengan Perseroda,” ujarnya.
Sementara, pengepul yang ada di Balangan seudah memiliki harga sendiri bekerjasama dengan perusahaan atau pabrik karet masing-masing, dan bagaimana Perseroda bisa masuk dan bekerjasama dengan para pengepul yang ada.
Rusdi juga mempertanyakan beberapa hal dalam kegiatan yang dilaksanakan di ruang rapat DPRD Balangan ini. Termasuk mengenai personalia atau anggota direksi yang ada di PT Asabaru saat ini sudah berjumlah berapa orang.
“Besaran operasional yang rutin digunakan oleh perusahaan saat ini juga berapa, untuk mengetahui kebutuhan yang dibutuhkan perusahaan dalam menjalankan program kerjanya,” ujarnya.
Penyertaan modal Rp 20 miliar kepada PT Asabaru juga diperkirakan akan bertahan hingga berapa lama, karena dengan adanya penggunaan anggaran dan belum adanya pendapatan yang segnifikan jelas akan memerlukan penambahan penyertaan modal. Terlebih jika ingin mengembangkan enam bidang yang akan dikembangkan oleh perusahaan.
“Setelah program usaha pembelian karet ini berhasil, program selanjutnya apa yang akan dilakuan karena ini menyangkut dengan pertimbangan jika adanya permohonan penyertaan modal kembali,” jelasnya.







