Pertemuan dengan PT Asabaru ini merupakan agenda pertama dimana nantinya akan ada pertemuan lanjutan dan berharap dari pihak Perseroda mempersiapkan data yang dibutuhkan sehingga adanya trasnparansi baik dari penggunaan anggaran serta kemajuan program yang dilaksanakan.
Ketua Komisii III Hafiz Anshari menambahkan, pertemuan ini diharapkan bisa ada catatan agar pertemuan selanjutnnya bisa saling terbuka dengan data. Mengingat saat pertemuan pertama ini dari Perseroda belum mempersiapkan data yang dimiliki perusahaan.
BACA JUGA:
Luncurkan Inovasi Bapinanduan, DPRD Balangan Ingin Masyarakat Mudah Dapat Informasi Terkait Hal Ini
Hafiz menambahkan saat ini di tengah masyarakat sudah mulai menjadi perbincangan adanya pembelian karet milik petani karet. Dan program tersebut bahkan baru saja muncul beberapa hari terakhir, untuk kejelasan program tersebut juga perlu adanya penjelasan.
“Apakah ke depan akan bekerjasama dengan BUMDes atau seperti apa penerapannya di masyarakat,” ujarnya.
Terpisah, Dirut PT Asabaru Reza Arpiansyah mengatakan saat ini untuk pembelian karet sudah dilaksanakan di Desa Tundi Kecamatan Awayan, dan diakuinya memang belum lama dilaksanakan.
Sedangkan penggunaan anggaran salah satunya adalah pengadaan aset dengan pembelian lahan di Kecamatan Batumandi sebesar Rp 4 miliar. Ditambah dengan adanya rehabilitasi kantor PT Asabaru.
“Untuk program ke depan rencananya akan mengembangkan bidang pariwisata dan pertambangan,” ujarnya.
Kalimantanlive.com/kamil
Editor : elpian







