VIRAL, Video Perundungan Siswa SMP Dipukuli Kakak Kelasnya, Pelaku Dimutasi ke Sekolah Lain

BUTON, KALIMANTANLIVE.COM – Sebuah video viral mempertontonkan aksi perundungan terhadap seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Buton, Sulawesi Tenggara.

Dalam video tersebut seorang siswa dianiaya kakak kelasnya di dalam kelas dan disaksikan sejumlah siswa lainnya. Video tersebut diunggah di salah satu akun Facebook dengan Judul “Sekolah Kungfu di Kecamatan Lasalimu Selatan”.

Aksi perundungan ini terjadi pada Kamis (21/9/2023) di ruangan kelas sebuah SMP di Kecamatan Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.

# Baca Juga :Viral Informasi Perampokan di ATM BNI, Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Ungkap Fakta Baru

# Baca Juga :VIRAL Video Moeldoko Tayamum Usap Celana Jins 2 Kali, Imam Shamsi Bertanya Guru Beliau Siapa?

# Baca Juga :VIRAL Aksi Peduli Sampah di Desa Rampa Lama, PWI Kotabaru Mendapat Apresiasi Dari Anggota DPRD Kotabaru

# Baca Juga :VIRAL ‘Pahlawan Super’ Muncul saat Terjadi Trouble pada Upacara HUT Ke-78 RI, Dipuji Warganet

Video yang berdurasi sekitar 30 detik ini terjadi di SMP Negeri 10 Buton, Desa Ambau Indah, Kecamatan Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton.

“Awalnya ini dari bermain, namun karena terlalu deras dorongnya, sehingga terjadi saling dorong hingga terjadi seperti yang di video,” kata Kepala Sekolah SMP Negeri 10 Buton, Sarlina, Sabtu (23/9/2023).

Dalam video tersebut terlihat pelaku inisial IK (14) yang merupakan kelas 8 berulang kali memukuli kepala dan menendang adik kelasnya inisial SM (13) di dalam kelas.

Beberapa siswa lain yang melihat aksi pemukulan tersebut tidak ada yang berusaha menghentikannya, malah merekam peristiwa tersebut.

Sarlina mengaku telah melakukan tindakan dengan memanggil orangtua siswa untuk berdamai.

Pelaku sudah diberikan sanksi sesuai tata tertib sekolah, bahwa yang melakukan kekerasan akan dimutasikan ke sekolah lain.

Selain itu, pihak sekolah juga memberikan sanksi kepada siswa lainnya yang merekam aksi perkelahian tersebut. Yakni tidak mengikuti pelajaran selama seminggu atau skorsing.

Aksi video perundungan siswa SMP yang viral di media sosial, membuat Camat Lasalimu Selatan, Dayat Taslim, langsung bergerak cepat memanggil keluarga pelaku dan korban untuk didamaikan di rumah dinas camat.

“Kami prihatin dengan kejadian ini dengan segera melakukan mediasi antara keluarga pelaku dan keluarga korban termasuk keluarga yang menyebarkan video itu,” ucap Dayat.

Dayat menambahkan, dari mediasi kedua belah pihak sepakat berdamai dan saling memaafkan.

“Mereka siap menerima sanksi melalui pihak sekolah dan juga melalui pemerintah,” katanya.

Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/berbagai sumber

News Feed