BI Kalsel Genjot Ekspor Kerajinan Purun dan Percepat Penurunan Stunting di Hulu Sungai Utara

Senada dengan itu, Kepala Divisi Jasa Konsultasi LPEI Sofyan Irianto Naibaho menilai para perajin yang tergabung dalam KUB Kembang Ilung sudah menghasilkan produk yang bagus dan siap ekspor. Pihaknya, lanjut Sofyan, juga siap mencarikan calon pembeli dari luar negeri.

“Kami bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri rutin menyelenggarakan business matching dengan buyer luar negeri dan terus menggali produk UMKM yang bisa diekspor, termasuk di Hulu Sungai Utara,” kata Sofyan.

BACA JUGA:
Era Transaksi Digital, BI Kalsel Edukasi Mahasiwa dan Masyarakat Tentang Perlindungan Konsumen

Masih dalam konteks pengembangan ekonomi daerah, dalam kesempatan ini BI Kalsel juga menyerahkan PSBI dukungan penanganan stunting untuk Hulu Sungai Utara.

PSBI diberikan dalam bentuk intervensi spesifik berupa paket susu bagi 50 balita stunting yang tersebar di empat desa, yaitu Desa Patarikan, Desa Palanjungan Sari, Desa Karias Dalam, dan Desa Paminggir.

Selain itu, ada pula bantuan intervensi sensitif berupa alat kesehatan untuk tiga unit pelayanan kesehatan di Hulu Sungai Utara, yakni Poskesdes Karias Dalam, Poskesdes Palanjungan Sari, dan Poskesdes Patarikan.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan (TP-PKK) Kalsel yang diwakili Ketua Bidang IV Supri Nuryani mengapresiasi langkah BI Kalsel untuk mempercepat penurunan stunting di Hulu Sungai Utara.