“Empat rute membangun kembali sehingga akan muncul bahwa masyarakat juga merasa menerima manfaat terhadap geopark,” katanya.
Hanifah menyebutkan, proses perkembangan Geopark Meratus dimulai sejak 2017 dan sudah mendapatkan pengakuan sebagai geopark nasional pada 2018.
BACA JUGA: Kota Banjarbaru Siap Menjadi Pintu Gerbang UNESCO Global Geopark
“Artinya Geopark Meratus kita bagian dari geopark – geopark yang ada di Indonesia,” jelasnya.
Hanifah berharap ke depannya Geopark Meratus tergabung ke dalam 195 UNESCO Global Geopark (UGGp) di dunia di mana terdiri di dalamnya 48 negara termasuk Indonesia salah satunya. Indonesia sendiri memiliki 10 UGGp yang telah diakui secara internasional.
Menurut Hanifah, pada tahun 2023 Geopark Meratus mendapatkan surat untuk penegasan usulan menjadi UNESCO Global Geopark (UGGp).
“Saat ini kita sedang menyongsong menjadi bagian dari dunia sehingga harapanya Geopark Meratus menjadi yang ke-11,” paparnya.
Saat ini, lanjutnya, Geopark Meratus sudah bermitra di beberapa geopark UNESCO karena penting membangun jejaring sehingga akan terpromosikan secara international.










