Kisah “Baby Hulk”, Tangan dan Dada Mirip Superhero Hulk, Lahir dengan Berat 12 Kilogram

KALIMANTANLIVE.COM – Seorang ibu berasal dari Kentucky, Amerika Serikat (AS) bernama Chelsey Milby, diketahui melahirkan bayi yang disebut-sebut sebagai “Baby Hulk”.

Bayi bernama Armani Milby dilahirkan melalui operasi caesar darurat pada minggu ke-33 setelah didiagnosis menderita bawaan langka yang menyebabkan tangannya bengkak.

Armani, yang saat ini berusia sembilan bulan, dikenal sebagai “baby hulk atau “mini hulk” karena cacat sejak lahir, yang disebut limfangioma. Tubuhnya pun terlihat seperti bayi binaragawan.

# Baca Juga :Polisi Pastikan Bayi Lahir di RS Sentosa 9.99 Persen Tertukar, Polres Bogor Tunggu Proses Pidana

# Baca Juga :Emak-emak Harus Waspada! Ini Tanda-tanda Refluks Asam Lambung pada Anak dan Bayi

# Baca Juga :Ayah dan Putrinya Bunuh 7 Bayi Hasil Hubungan Terlarang, Polisi Temukan Kuburan Penuh Kerangka Bayi

# Baca Juga :Kaget Suara Mercon, Bayi 38 Hari di Gresik Meragang Nyawa, Pembuluh Darahnya Pecah

Limfangioma adalah penyakit kista yang berisi cairan pada pembuluh getah bening. Efek samping penyakit ini adalah masalah pernapasan dan penglihatan. Namun, beruntung bagi Armani, ia bisa diobati dengan operasi.

Kondisi tersebut dialami oleh Armani Milby yang lahir dari seorang ibu bernama Chelsey Milby lewat operasi caesar.

Dilansir dari Daily Express, tangan Armani tampak kekar bukan karena otot yang membesar namun disebabkan oleh limfangioma.

Penyakit itu membuat lengan sampai dadanya membengkak sehingga ia dijuluki sebagai baby Hulk dan mini Hulk.

Ibunya terpukul

Limfangioma seperti dialami Armani menyebabkan pertumbuhan pada pembuluh getah bening.

Kondisi tersebut menyebabkan masalah pada pernapasan dan penglihatan, namun Armani beruntung karena ia dapat dirawat tanpa operasi.

Chelsey mengatakan, dokter sempat mengatakan bahwa buah hatinya tidak akan selamat ketika dilahirkan karena kondisi yang langka.

Ia mengaku tidak paham dengan limfangioma yang dialami oleh Armani. Chelsey juga mengatakan, ia sangat terpukul dengan diagnosis dokter.

Namun, keajaiban datang saat operasi Chelsey akan menjalani operasi caesar. Armani yang awalnya diprediksi dokter tidak memiliki peluang hidup, dilahirkan dalam kondisi selamat.

Armani lahir dengan berat 12 kilogram. Bobot Armani hampir tiga kali lipat dari berat bayi normal.

“Ketika saya mengetahuinya, sejujurnya, saya sangat terpukul, saya patah hati,” ujar Chelsey dikutip dari New York Post.

“Saya tidak mengerti apa yang terjadi, apa yang salah, karena saya memiliki dua bayi yang sehat, dan saya menangis setiap hari. Setiap hari, saya bertanya kepada Tuhan mengapa,” kata dia.

Berat badan sang ibu 200 kg

Chelsey mengatakan, ia melewati proses mengandung yang penuh tantangan sebelum Armani lahir.

Ketika usia kandungannya 17 minggu, dokter yang melakukan USG khawatir bila Armani mengalami penumpukan cairan karena kondisi berbahaya bagi jantung.

Orang lain juga pernah bertanya kepada Chelsey apakah dirinya akan melahirkan tiga bayi kembar karena perutnya yang begitu besar.

“Tubuh saya seperti mati. Berat badan saya hampir 200 kilogram, dan kesehatan saya semakin memburuk,” ungkap Chelsey.

Meskipun kondisinya sulit saat hamil, dia mengaku tidak pernah mempertimbangkan untuk melakukan aborsi. Walaupun hal itu disarankan kepadanya.

Ibu tetap mencintainya

Chelsey mengatakan, ketika ia melahirkan Armani, sang suami berada di luar ruang operasi sambil berdoa agar bayinya selamat.

Ia juga menyampaikan, dirinya mengalami panic attack atau serangan panik selama persalinan. Namun, hal ini terbayar tuntas ketika Chelsey melihat wajah Armani untuk pertama kalinya.

“Ketika saya benar-benar melihatnya, saya semakin menangis karena saya belum pernah melihat yang seperti itu, tetapi saya tidak peduli seperti apa dia, saya tetap mencintainya,” tutur Chelsey.

Chelsey merasa diberkati karena ia dapat membuktikan bahwa para dokter salah karena memprediksi buah hatinya tidak akan lahir dengan selamat.

Setelah Armani lahir, keluarga Chelsey melakukan perjalanan sejauh 160 kilometer ke Cincinnati agar bayi tersebut dapat dirawat di rumah sakit spesialis.

Armani akan menjalani operasi akhir tahun ini untuk mengangkat pembuluh limfatik agar ia bisa memiliki ukuran tangan yang normal. Ia juga akan menjalani beberapa operasi untuk menghilangkan kelebihan kulit.

Chelsey memang merasa lega putrinya selamat, namun ia harus berjuang melawan depresi pascamelahirkan.

“Saya berjuang melawan depresi pascamelahirkan, dan saya harus menyingkirkannya untuk mencoba menjadi orang terkuat yang bisa saya lakukan untuknya dan untuk kedua anak saya yang lain,” ujarnya.

Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/berbagai sumber