BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Perairan Sungai Barito di Kabupaten Barito Kuala diduga tercemar debu batu bara dari aktivitas tongkang dan stockfile di kawasan tersebut.
Kepala DLH Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana mengatakan kualitas air di kawasan perairan Barito itu selalu dipantau dua kali dalam setahun. Lokasinya sebanyak 28 titik yang tersebar di perairan itu.
BACA JUGA:
Sungai Barito Diduga Tercemar Debu Batu Bara, DLH Kalsel Akan Minta Data Laporan Hasil Uji ke KLHK
“Dari hasil analisis air yang dilaksanakan pada Mei 2023 lalu, status mutu air Sungai Barito sebagian besar dalam katagori cemar ringan. Namun, di lokasi lain mengalami cemar sedang,” katanya.
Pencemaran ini membuat Komisi III DPRD Kalsel prihatin. Sungai Barito begitu vital di Batola. Tak hanya sebagai aktivitas masyarakat, juga sebagai bahan baku air minum bagi warga Marabahan.
Menyikapi serius persoalan ini, Komisi III DPRD Kalsel telah meminta penjelasan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel, dan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalsel, Rabu (20/9) pekan lalu.










